Postingan

Menampilkan postingan dengan label Opini

Kebijakan Blokir IMEI

Wacana pemblokiran ponsel dengan IMEI yang tidak diperuntukkan untuk pasar Indonesia kembali mengemuka belakangan ini. Wacana yang sebenarnya sudah berlangsung lama, namun digulirkan seiring keseriusan pemerintah mengambil kebijakan ini per 17 Agustus 2019. Payung hukum masih disusun, beberapa pihak masih menimbang-nimbang dan bersuara terkait kebijakan yang diharapkan memutuskan mata rantai menjamurnya ponsel ilegal ( black market ) di Indonesia. Saya tak perlu menjelaskan disini seperti apa blokir IMEI ini nantinya, karena pemberitaan ada dimana-mana dan juga peraturan yang masih belum jelas. Terlepas dari pro kontra kebijakan ini, menurut saya ada dua hal utama yang menjadi landasan diterapkannya kebijakan ini. Satu sisi kebijakan blokir ini adalah usaha pemerintah untuk melindungi warganya. Dengan adanya kebijakan ini, maka ponsel yang beredar di pasaran akan melindungi kepentingan konsumen. Seperti halnya kebijakan TKDN, hal tersebut menjadi dasar kejelasan status serta hak k...

Kecanduan Internet

Ada sebuah cerita. Saya membaca seorang mantan tentara yang sampai hari ini hanya menggunakan ponsel Nokia 3310 dalam kesehariannya. Membaca cerita tersebut, saya heran sekaligus salut terhadap orang tersebut. Heran karena di zaman serba internet seperti saat ini, rasa-rasanya aneh jika "daily driver" yang kita gunakan adalah ponsel yang tidak memiliki fitur konektivitas. Jangankan 4G dan Wifi, sekedar mengakses internet pun tidak bisa. Sang mantan tentara itu bukanlah orang yang gaptek (gagap teknologi). Dia mampu mengakses internet, yang tentu saja dilakukan melalui internet. Dia juga pernah diberikan ponsel pintar oleh sang anak. Namun, kesetiaan dia menggunakan ponsel jadul tetap sebuah hal yang patut kita cermati. Ada alasan dibaliknya. Alasan utamanya adalah dia tidak ingin setiap menit memandang ponsel. Fitur internet telah mengubah berbagai alat, termasuk ponsel. Kini ponsel pun berubah menjadi lebih pintar. Dengan koneksi internet serta segala fitur yang diusungnya...

Belajar Penyelenggaraan Piala Konfederasi di Negeri Samba

Saat ini, di Brazil sedang ada kejuaraan Piala Konfederasi 2013. Selain mempertemukan juara-juara sepakbola antar konfederasi, turnamen ini juga memiliki arti penting untuk FIFA yakni sejauh mana kesiapan Brazil dalam menjadi tuan rumah Piala Dunia 2014. Alih-alih menjadi turnamen kelas dunia, Piala Konfederasi ini malah menimbulkan berbagai masalah, terutama dari segi sosial ekonomi. Brazil merupakan negeri yang memiliki sejarah hebat di dunia sepakbola. Negeri ini adalah yang paling banyak menjuarai Piala Dunia. Nah, karena kultur sepakbolanya yang kuat inilah, banyak pihak merasa antusias Piala Dunia digelar di Brazil. Namun ternyata, semua tidak berjalan sesuai rencana. Brazil mengalami kendala dalam penyelenggaraan Piala Konfederasi ini, dan bahkan mungkin Piala Dunia tahun depan. Sebagai negara berkembang, Brazil dianggap kurang siap dalam menyelenggarakan turnamen kelas dunia. Apalagi saat ini Brazil memiliki masalah ekonomi. Perhelatan Piala Konfederasi dan nantinya Pi...

Berhenti 'Berperang' di Media Sosial

Gambar
Foto : socialsearchmobile.org Z aman sekarang kita hidup di era media sosial media. Dalam keseharian, kehidupan kita tidak akan lepas dengan akun jejaring sosial. Facebook, Twitter dan akun lainnya, menjadi sebuah diary virtual bagi kita, untuk saling berbagi dengan orang lain. Dengan semakin berkembangnya media sosial, maka kita tidak hanya berinteraksi dengan orang-orang yang kita kenal saja, tentunya banyak kenalan baru yang menjadi 'teman' kita di media sosial tersebut. Sama seperti di masyarakat, dalam berinteraksi di media sosial, tentunya kita akan saling bersinggungan, kadang berbeda pendapat dan kadang saling bersinggungan. Itu hal yang wajar, manusia memang memiliki banyak pemikiran dan argumentasi yang mungkin tidak dapat disatukan. Namun, berbeda halnya jika singgungan dan pebedaan pendapat itu disikapi secara 'liar'. Berdebat boleh-boleh saja, dan hal yang lumrah dalam suatu hubungan, namun lain cerita jika perdebatan dan perbedaan...

Pendidikan dan Agama, Benteng Kuat Menjauhi Miras

"Berada dalam pengaruh alkohol dan narkoba, Afriani Susanti, 29 tahun, pengemudi Xenia B 2479 XI yang menabrak 12 pejalan kaki di Jalan Ridwan Rais, Gambir, Jakarta ternyata membuat Afriani tak konsentrasi menyetir. Ia pun salah mengambil keputusan." Di atas adalah kutipan salah satu berita di tempo.co t erkait dengan sebuah kasus kece lakaan yang terjadi pada tanggal 22 Januari 2012, yang merenggut nyawa 9 orang. Kasus ini sendiri saat ini telah diputuskan vonisnya yakni 15 tahun penjara bagi sang pelaku yang mengemudikan kendaraan dengan pengaruh alkohol dan narkoba. Minuman Keras (Miras) yang memiliki kandungan alkohol memang membuat orang 'lupa' pada dirinya, kehilangan kesadaran dan akhirnya mengambil keputusan yang tidak tepat dan berbahaya. Karena pengaruh miras ini pula, tak hanya merugikan diri sendiri namun juga orang lain. Seperti contoh di atas, hanya karena menikmati minuman keras, akhirnya dia merenggut nyawa 9 orang tak bersalah. Kejadi...

Buat Apa Korbankan Masa Depan pada Seteguk Kenikmatan Sesaat?

Pernah lihat orang mabuk? Mabuk yang saya maksud bukanlah mabuk pusing karena perjalanan atau stres karena mendengar omelan bos, namun yang saya maksud adalah mabuk karena minuman keras (miras). Ya, minuman ini sangat favorit dan menjadi kegemaran banyak orang di dunia, dari mulai kelas kampung yang berharga puluhan ribu rupiah, maupun kelas atas yang kita harus merogoh kocek dalam untuk membelinya. Minuman keras dengan kandungan alkohol memang enak, namun perhatikanlah dampaknya. Kita kesampingkan dulu hal terkait kesehatan, alkohol menyebabkan orang kehilangan kesadarannya. Perhatikan saja orang yang sedang mengkonsumsi miras dalam keadaan teler, dia tidak akan menguasai dirinya. Beberapa kasus kejahatan juga disebabkan karena hal ini. Dengan pengaruh alkohol, orang jadi nekat berbuat apa saja, merampok, memperkosa bahkan membunuh pun akan dilakukan karena pengaruh minuman ini. Angka kriminalitas yang terjadi kadang berbanding lurus dengan konsumsi minuman keras. Rata-rata ...

Telekomunikasi Murah dan Kualitas Hidup Masyarakat

              Perkembangan Industri saat ini telah begitu pesat. Satu yang begitu pesat pertumbuhannya adalah Industri Telekomunikasi. Hal tersebut bisa dilihat dari waktu ke waktu, pemanfaatan Industri ini dalam berbagai bentuknya semakin berkembang. Jumlah masyarakat yang memanfaatkan teknologi ini pun semakin pesat perkembangannya.             Industri telekomunikasi saat ini menjadi hal yang vital dan begitu dekat dengan kehidupan masyarakat. Hal tersebut tidak terlepas karena tarif telekomunikasi saat ini begitu murah dan terjangkau oleh segenap lapisan masyarakat. Kita ambil contoh telekomunikasi seluler, hampir segenap lapisan dari strata atas maupun bawah saat ini menggunakan jasanya. Murahnya tarif begitu penting bagi penilaian masyarakat dalam mengoptimalkan jasa telekomunikasi yang mereka butuhkan.        ...

Catatan Akhir Pekan (7 Januari 2011)

Ada banyak peristiwa menarik di minggu ini. Dari mulai olahraga, hingga ke masalah politik. Satu per satu akan saya coba untuk merangkai kembali peristiwa-peristiwa tersebut. Hanya sekedar ingin flashback sebentar dan mengingatkan jika permasalahan-permasalahan ini, karena mengingat ini merupakan minggu pertama di tahun 2011, serta masih ada sekitar 51 minggu lagi dalam menjalani tahun ini. Kasus PSSI vs LPI mulai mengarah ke masalah-masalah lain. Liga Primer Indonesia (LPI) rencananya akan dimulai pada Sabtu, 8 Januari 2011 dengan partai perdana antara Solo FC melawan Persema. Seperti sikap awal, PSSI tidak menyetujui kompetisi ini yang mereka anggap illegal. Pro dan kontra mewarnai liga tersebut, yang akhirnya resmi digelar di bawah naungan Badan Pembina Olahraga Indonesia (BOPI). Namun masalah tidak hanya berhenti sampai disitu saja. Permasalahan lama belum berakhir yakni ancaman PSSI yang menyatakan bahwa para pemain yang bermain di liga illegal tidak diperbolehkan membela tim nas...

Opini tentang Poligami dan Perceraian

Gambar
Saya laki-laki yang masih single dan belum menikah, namun saya tersenyum getir membaca salah satu berita dari MediaIndonesia.com bahwa komnas perempuan mengapresiasi langkah Teh Ninih memilih opsi perceraian dengan Aa Gym. Rasulullah SAW bersabda, “ Perkara halal yang paling dibenci oleh Allah adalah perceraian ”  . Nah Allah saja membenci, kenapa kita manusia justru "mengapresiasi?". Seperti yang saya ungkapkan di atas, saya masih single dan belum "berpengalaman" dalam membina rumah tangga, namun saya juga memiliki hak untuk bicara di sini. Tak perlu menikah dulu untuk bicara tentang pernikahan kan? Pun tak perlu meninggal dulu untuk bicara tentang kematian. :) Yang saya ketahui, pernikahan adalah sesuatu yang berdasar CINTA. Dan yang saya ketahui, cinta jauh dari keterpaksaan. Seseorang pasti akan memilih untuk menikahi orang yang dicintainya. Sekarang pertanyaan saya, apakah kita bisa menebak CINTA seseorang dari luar? Mengapa kita bisa berpikir bahwa perceraian...

Share Opini Terkait Headline MediaIndonesia.com

Gambar
MediaIndonesia.com Rabu, 5 Januari 2011 mengambil editorial tentang Liga Premier Indonesia (LPI). Liga ini menjadi hal yang "kontroversial" karena induk sepak bola tertinggi di negara ini yakni PSSI, menganggap bahwa LPI adalah illegal . Konon katanya, LPI bukanlah kompetisi yang ada di bawah PSSI. Selain mengancam LPI ke meja hijau, PSSI juga mengatakan bahwa pemain yang bermain di LPI tidak akan dipanggil ke tim nasional. Pertanyaan lalu muncul, bagaimana dengan Irfan Bachdim dan Kim Jeffrey Kurniawan? Bukankah mereka adalah pemain-pemain yang digadang-gadang menjadi pemain masa depan timnas? Dalam jangka pendek pun timnas harus berkonsentrasi untuk mempersiapkan Sea Games 2011 di Indonesia. Munculnya LPI, menurut saya mengandung dua sisi positif dan negatf yang mempengaruhinya. Sisi pertama, LPI muncul sebagai bentuk keprihatinan orang-orang yang mengaku ingin memperbaiki sepak bola nasional. Menurut mereka, tim nasional yang baik dapat terbentuk dari iklim kompetisi yang ...

Belajar dari Sang Hujan

Ketika saya menulis artikel ini, langit Jakarta benar-benar gelap, padahal hari telah hendak menjelang siang. Cuaca memang akhir-akhir ini sangat susah diprediksi kapan musim kemarau ataupun penghujan. Sebuah hal yang ironis, mungkin inilah dampak dari fenomena alam yang katanya bernama Global Warming . Hujan disertai angin kencang, sejenak bisa langsung berubah menjadi panas yang begitu terik hingga membuat dehidrasi. Bagi sebagian orang, hujan merupakan simbol "kesedihan". Bahkan mendung merupakan sebuah penggambaran sesuatu yang tidak enak di hati. Hujan seolah-olah menjadi sebuah hal yang menggelapkan bagi situasi kehidupan. Namun tidak hanya itu, ternyata hujan memiliki sebuah kegembiraan bagi beberapa orang. Salah satunya mungkin bagi petani, kadang hujan memberi dilema. Hal pertama, mereka bahagia karena hujan memberi kesuburan bagi tanaman mereka, namun mereka juga sedih ketika hujan terlalu "banyak" turun, bahkan terjadi banjir justru akan menghancurkan ta...

"Anda Bisa Menciptakannya"

"Bermimpilah, dan berusahalah mewujudkan mimpi tersebut". Jargon ini yang selalu menyemangati kehidupan saya. Bukan apa-apa, saya tentu memiliki sebuah impian sama seperti Anda semua. Tak ada salahnya kan saya share sedikit tentang impian saya, namun mungkin cuma sedikit lho, karena saya memiliki jutaan impian yang siap diwujudkan satu per satu Seperti yang saya sampaikan di awal blog ini, saya adalah orang biasa. Saya tidak memiliki kemampuan super, apalagi bisa melihat masa depan. Saya juga bukan seorang jenius yang mampu meraih gelar profesor di usia muda. Saya benar-benar orang biasa yang memiliki impian. Tadi pagi saya terbangun dengan suatu impian yang cukup unik untuk saya tulis disini. Saya memiliki impian yakni mewujudkan impian orang lain. Apapun mimpi Anda, mungkin suatu saat akan terwujud oleh saya. Tidak, saya tidak becanda, ini adalah keseriusan hal yang ingin saya capai sebelum saya meninggal. Minimal saya akan membuat orang tak lagi merasa sedih ketika impiann...