Postingan

Kuasai Informasi, Kuasai Dunia

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi saat ini mungkin telah berkembang begitu cepat. Lihat saja fenomena saat ini stasiun TV begitu banyak, anak usia SMP sudah mahir menggunakan internet, hamper 24 jam mereka senantiasa online di situs jejaring sosial. Namun, hal ini bukan tanpa masalah. Lihat saja banyak yang menyalahgunakan teknologi ini untuk hal-hal yang buruk. Bagi beberapa kalangan “mewah” di negeri ini , mereka memiliki keinginan untuk bersekolah di luar negeri, minimal sekolah di sebuah sekolah yang reputasinya diperhitungkan di negeri ini. Untuk memenuhi keinginan tersebut, terkadang uang yang begitu besar disiapkan. Hal tersebut seolah-olah menguatkan dan memperlihatkan dengan jelas jurag pemisah antara si kaya dan si miskin. Saya sempat agak minder ketika tahu dari TK hingga kuliah saya hanya “jago kandang” alias mengenyam pendidikan di kota kelahiran. Namun seiring berjalannya waktu saya disadarkan pada beberapa hal yang membuat saya tersenyum. Pertama soal ku...

Tidak Ada Hari Libur, yang Ada Hanya Hari Ekstra

Ketika kita perhatikan, pada hari Senin, entah kenapa kondisi jalanan lebih padat pada hari Senin. Kesannya pada hari Senin orang terasa terburu-buru dalam bekerja. Hari Senin merupakan hari pertama setelah weekend. Setelah berlibur, seharusnya orang-orang jadi lebih semangat dan tenang dalam memulai hari, bukan terkesan buru-buru seperti itu. Pun halnya dalam kondisi lain, kita lebih mengingat hari-hari special di dalam hidup kita, namun banyak melupakan hari yang lain. Padahal sebebnarnya dalam hari tersebut tidak ada yang berbeda, 7 hari dalam seminggu sebenarnya Allah menciptakan sama, mungkin hanya hari Jum’at yang ada ibadah special di waktu dzuhurnya. Ketika saya menonton film Pearl Harbour, saya mendapat sebuah pelajaran hidup yang baru. Ketika itu di suatu Minggu pagi para pasukan Amerika Serikat sedang menikmati hari liburnya. Mereka ada yang bermain golf, ada pula yang masih tertidur menikmati hari libur. Namun tiba-tiba, ketika mereka sedang berlibur seperti itu, para te...

Surat Tugas Dari Tuhan

Ada satu judul film yang cukup berkesan bagi saya. Film tersebut berjudul “I ROBOT”. Dalam film tersebut, diceritakan di masa depan, robot-robot akan memberontak dan melawan manusia yang menciptakannya. Film yang ceritanya hamper mirip juga saya temukan pada film Terminator dan Doremon episode Robot Kingdom.  Yang membuat saya terperanjak, bagaimana bisa robot yang dijalankan oleh mesin bisa berbalik arah menyerang pembuatnya. Mereka tidak memiliki apapun untuk berpikir sendiri selain perintah dari manusia. Dari film-film tersebut, saya mulai berpikir, bagaimana jika terjadi pada diri manusia. Saat ini sudah banyak orang yang mulai menyerang Penciptanya. Saat ini banyak orang yang mulai tidak percaya ada yang menciptakannya. Tuhan yang telah menciptakan manusia, namun mulai banyak orang yang melawan-Nya. Mereka selalu membangkang perintah-Nya. Padahal kehidupan ini adalah anugrah dari Allah SWT. Dalam film-film yang saya tonton tersebut, ada satu kesamaan yakni pada akhirnya, m...

Kenali Kehidupan Kita

Ketika saya menumpang KRL Jakarta-Bogor di kelas ekonomi yang peuh sesak, saya banyak bertemu dengan berbagai karakter orang. Sesuai adatnya, kelas ekonomi adalah kelas yang paling “diminati” banyak orang yang tidak mempedulikan kenyamanan. Karakter pertama yang saya lihat adalah banyaknya orang yang tidak mau mengalah pada orang lain. Dengan teganya mereka mendesak orang di depannya agar bisa mendapatkan cukup oksigen. Dan saya lihat di depan ada seorang gadis kecil berseragam SMP yang terlihat kepanasan dan kesulitan bernafas dengan wajah merah seperti lobster rebus. Di bagian lain saya melihat seorang lelaki gagah tertidur di tempat duduknya tanpa mempedulikan seorang nenek tua berdiri di depannya penuh rasa capek mengharap sekedar tempat duduk untuk beristirahat. Fenomena lain adalah banyaknya orang yang mencari rezeki dan kehidupan lewat gerbong KRL. Terlihat ada banyak pedagang yang menjual berbagai macam barang dari mulai tissu seharga Rp.1.000 hingga korek api dan lampu senter...

Berani Belajar di Perguruan Tinggi Dalam Negeri

Saat ini, banyak lulusan SMA yang lebih memilih untuk belajar di luar negeri. Mereka menganggap belajar di luar negeri lebih berkualitas. Namun bila dicermati, belajar di perguruan tinggi dalam negeri justru lebih baik jika ingin benar-benar belajar. Mahasiswa merupakan agen perubahan dan calon pemimpin bangsa. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya duduk di kelas, namun juga mencermati kondisi bangsanya. Sejalan dengan fungsi sebagai calon pemimpin, mereka harus mengenal dengan baik tentang bangsanya. Bagaimana mereka mampu memimpin jika tidak mengenal penuh bangsanya. Bagaimana mereka mampu memimpin jika hanya tau bangsanya dari sudut pandang berita tanpa mengalami secara langsung? Satu-satunya cara memantau dan mengetahui kondisi bangsanya secara efektif dan berkelanjutan, adalah dengan belajar di perguruan tinggi dalam negeri. Mereka merasakan langsung dampak kebijakan dalam negeri. Mereka merasakan langsung apa yang terjadi dengan bangsanya. Kita tidak akan merasakan pengalaman i...

Perguruan Tinggi, Pintu Gerbang Kesejahteraan Rakyat.

Perguruan tinggi adalah salah satu lembaga yang aktif dalam melakukan penelitian. Dengan demikian, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi beserta perkembangannya, sangat terkait erat dengan Perguruan Tinggi. Hendaknya hasil dari penenlitian pun menjadi hal yang mampu membantu dan menyejahterakan rakyat sebgai wujud pengabdian masyarakat. Perguruan tinggi memiliki sarana yang lebih lengkap. Hal ini hendaknya dapat dimanfaatkan dengan baik. Perguruan tinggi tidak perlu menjadi lembaga eksklusif. Perguruan Tinggi hendaknya mampu mendengar dan mengakomodir kebutuhan masyarakat. Ada tujuan mulia yang menjadi misi yakni untuk menyejahterakan masyarakat. Inovasi janganlah berhenti tercipta dari perguruan tinggi. Bila inovasi terhenti, masyarakat menjadi kesulitan, karena mereka tidak mampu bergerak sendiri. Mereka butuh perguruan tinggi dengan berbagai kemampuannya. Pihak perguruan tinggilah yang senantiasa meneliti, mulai dari dosen hingga mahasiswa. Dengan demikian hendaklah berlomba menjadi “pel...

Mencari Sistem Perguruan Tinggi Ideal

Kesempatan mengenyam pendidikan hingga Perguruan Tinggi (PT), merupakan kesempatan yang berharga. Apalagi jika mampu mengenyam hingga tingkat doctor. Perguruan tinggi saat ini tidak hanya terkait dengan tingkat kecerdasan semata, namun juga hingga gengsi dan kehormatan. Sudah rahasia umum, title yang didapat dari perguruan tinggi menjadi hal yang sangat dihormati. Tujuan belajar tidak hanya title semata. Sebenarnya ada tujuan mulia dari belajar di PT. Ilmu yang didapatmerupakan ilmu yang hendaknya memiliki fungsi di masyarakat. Title yang didapat hendaknya menjadi hal yang sesuai dengan kemampuan, hingga benar-benar tepat dan mampu memanfaatkan kesempatan belajar di PT yang tidak dapat diperoleh semua orang. Herannya, saat ini fungsi dan tujuan tersebut sudah meredup. Semangat yang tersisa hanyalah semangat meraih title. Dengan demikian banyak cara yang digunakan meskipun tidak halal. Berapa banyak kita dengar kasus ijazah palsu maupun joki skripsi? Bukankah hal tersebut mencederai fu...