Postingan

"Anda Bisa Menciptakannya"

"Bermimpilah, dan berusahalah mewujudkan mimpi tersebut". Jargon ini yang selalu menyemangati kehidupan saya. Bukan apa-apa, saya tentu memiliki sebuah impian sama seperti Anda semua. Tak ada salahnya kan saya share sedikit tentang impian saya, namun mungkin cuma sedikit lho, karena saya memiliki jutaan impian yang siap diwujudkan satu per satu Seperti yang saya sampaikan di awal blog ini, saya adalah orang biasa. Saya tidak memiliki kemampuan super, apalagi bisa melihat masa depan. Saya juga bukan seorang jenius yang mampu meraih gelar profesor di usia muda. Saya benar-benar orang biasa yang memiliki impian. Tadi pagi saya terbangun dengan suatu impian yang cukup unik untuk saya tulis disini. Saya memiliki impian yakni mewujudkan impian orang lain. Apapun mimpi Anda, mungkin suatu saat akan terwujud oleh saya. Tidak, saya tidak becanda, ini adalah keseriusan hal yang ingin saya capai sebelum saya meninggal. Minimal saya akan membuat orang tak lagi merasa sedih ketika impiann...

Sekedar Coment Berita 04.01.2011

Gambar
S ebuah berita yang menurut saya "lucu" sekaligus terheran bagi saya. Berita ini saya ambil dari situs www.vivanews.com .  Berita ini mengisahkan tentang kelompok yang meramalkan Kiamat akan terjadi pada 21 Mei 2011. Bagi saya, yang 100% tidak akan mempercayai berita ini, mungkin saya tidak akan membaca berita ini secara lengkap. Namun ada 1 hal yang terlupakan, kadang kita kurang mengerti apa tujuan dan dasar mereka menyebarkan hal ini? Hal seperti ini sebenarnya bukan baru kali ini saja terjadi, namun sudah berkali-kali. Kita masih ingat tahun lalu muncul film 2012, yang isinya juga "memprediksi" kapan kiamat tiba. Saya suka film tersebut, bukan karena saya mempercayainya, namun saya sangat mengagumi teknologi yang digunakan dalam film tersebut. Kembali ke masalah kiamat. Manusia merupakan makhluk paling sempurna. Namun entah karena terlalu sempurna atau kenapa, kadang manusia menjadi makhluk yang "sok cerdas". Kadang manusia tidak hanya menjadi khalif...

Anda bukanlah sang PEMENANG !

Sedang buka-buka inbox facebook, ternyata membaca sebuah tulisan yang inspiratif dari Kang Zain Abdullah. Mengingat sang penulis mempersilakan untuk copas, maka saya share disini. Semoga balasan amal kebaikan terlimpah pada sang penulis. Anda bukanlah sang pemenang ketika Anda mengalahkan lawan-lawan Anda Anda bukanlah sang pemenang Ketika Anda merasa bangga dengan kemenangan Anda Anda bukanlah sang pemenang Ketika lawan Anda bersedih karena kekalahannya Anda bukanlah sang pemenang Ketika kemenangan itu menjauhkan Anda dari Tuhan Anda bukanlah sang pemenang Ketika ucapan "alhamdulillah" Anda lalai dari mengingatNya Anda bukanlah sang pemenang Ketika perasaan hebat sulit terusir dari jiwa Anda Ya, jikalah demikian, maka Anda bukanlah sang pemenang melainkan, hanya seorang pengenang... Ketahuilah.. Tidak ada yg perlu dibanggakan atas berbagai kenangan indah yang membuatmu terlena dan lupa waktu sekarangmu.   Hapuslah !   Karena semua kenangan itu hanya akan memperbe...

Akhir Hidup Para Pendengki

Akhir Hidup Para Pendengki Hasad (Dengki, iri hati, hasut) adalah penyakit lama yang telah mencelakakan banyak orang dan menyakiti mereka. Pendengki akan selalu murka dan menindas orang yang tidak berdosa. Karena itu ada pepatah Arab mengatakan, “Allah telah membunuh Hasad, betapa adilnya Dia. Ia (dengki) memulai dengan tuannya sendiri (pendengki) lalu membunuhnya.” ‘Umar bin al-Khaththab RA berkata, “Cukuplah bagimu bahwa pendengki itu menggunakan kesempatan waktu sukamu.” Allah Ta’ala berfirman dalam sebagian hadits Qudsi, “Pendengki adalah musuh nikmat-Ku, orang yang selalu jengkel terhadap perbuatan-Ku dan tidak rela terhadap pemberian (anugerah)-Ku.” Orang-orang Arab sering berkata, “Seorang tuan tidak pernah luput dari seorang pengasih yang selalu memuji dan seorang pendengki yang selalu mencerca.” Seorang Ahli fiqih bernama, Abu al-Laits as-Samarqandy RAH., berkata, “Ada lima sanksi yang akan sampai terlebih dahulu kepada si pendengki sebelum hasad (dengki)ny...

Waktu Tak Pernah Menunggu

Jum'at, 31 Desember 2010. Ya hari terakhir di tahun 2010 ini tampaknya akan saya lewati dengan biasa saja, tak ada yang spesial. Saya bukan tipe orang yang suka nongkrong-nongkrong, pun bukan tipe orang yang suka "menghitung terbalik" ala anak SD saat menjelang pukul 00.00 di tahun yang baru. Lebih enak saya tidur, syukur-syukur bisa terbangun di sepertiga malam terakhir untuk bersimpuh di hadapan Alloh SWT. Saya tak punya semangat tahun baru? Eits, tunggu dulu, saya memiliki segudang semangat dalam menyambut tahun baru. Tapi bukan berarti saya memilih untuk merayakannya. Harapan di tahun baru tentu saja saya ingin berbuat lebih baik dari tahun 2010 ini, hanya saja kok tampaknya saya merasa bersalah dengan "sang waktu" yang akan pergi tanpa saya punya waktu yang cukup untuk membalas kesalahan saya. Jujur, sebenarnya banyak waktu yang telah kita sia-siakan. Itulah yang menimbulkan rasa bersalah dari diri saya. Mengapa saya merayakan, padahal kita telah banyak m...

KONSENTRASI UNTUK MENGHADAPI HARI INI

KONSENTRASI UNTUK MENGHADAPI HARI INI Diantara sarana yang dapat menangkis kesedihan dan keguncangan hati adalah terputusnya pikiran sepenuhnya untuk memberikan perhatian kepada pekerjaan hari ini yang sedang dihadapinya dan menghentikan pikiran dari menoleh jauh ke waktu mendatang dari kesedihan menengok masa lampau. Karenanya, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berlindung kepada Allah dari al-hamm (kegundahan) dan al-huzn (kesedihan) [1]. Al-huzn adalah kesedihan terhadap perkara-perkara yang telah lampau yang tidak mungkin diputar ulang ataupun di ralat. Sedangkan al-hamm : adalah kegundahan yang terjadi disebabkan oleh rasa takut dan khawatir terhadap sesuatu yang mungkin terjadi di masa mendatang. Jadi, hendaknya seorang hamba itu menjadi ‘putera harinya’ yakni ; menjadi manusia terbaik dalam menyongsong harinya yang sedang dihadapinya dan sekaligus mampu mengkonsentrasikan keseriusan dan kesungguhannya untuk memperbaiki hari dan detik yang sedang dihadapin...

JADIKANLAH KETENANGAN BATIN DAN PEMUSATAN JIWA SEBAGAI PEMBANTU ANDA MENANGANI PEKERJAAN PENTING.

JADIKANLAH KETENANGAN BATIN DAN PEMUSATAN JIWA SEBAGAI PEMBANTU ANDA MENANGANI PEKERJAAN PENTING. Pusatkan perhatian anda kepada hal-hal yang bermanfaat, berbuatlah untuk merealisasikannya, dan janganlah menoleh ke hal-hal yang membahayakan atau merugikan, agar dengan itu anda dapat melupakan hal-hal yang menyebabkan kegundahan dan kesedihan. Jadikanlah ketenangan batin dan pemusatan jiwa sebagai pembantu anda untuk menangani pekerjaan-pekerjaan penting. [Disalin dari buku Al-Wasailu Al-Mufidah Lil Hayatis Sa’idah, edisi Indonesia Dua Puluh Tiga Kiat Hidup Bahagia, Penerjemah Rahmat Al-Arifin Muhammad bin Ma’ruf, Penerbit Kantor Atase Agama Kedutaan Besar Saudi Arabia Jakarta]