Postingan

Teknologi Garis Gawang Menimbulkan Pro dan Kontra

Di Piala Dunia 2014 kali ini, FIFA berniat mengantisipasi masalah kontroversial di pertandingan sepak bola. Sebagai manusia biasa, wasit pun kerap kali melakukan kesalahan. Dan yang paling sering menjadi perdebatan adalah keputusan kontroversi dari sang pengadil apakah bola sudah melewati garis gawang (goal) atau belum. Biasanya pihak yang merasa dirugikan akan melakukan protes pada wasit. Nah, untuk mengantisipasi kesalahan "manusiawi" sang wasit tersebut, FIFA mengadopsi teknologi garis gawang ( goal line technology ). Teknologi ini diklaim mampu membantu wasit dalam mengambil keputusan secara akurat. Dengan teknologi ini, secara otomatis apabila bola melewati gawang, maka jam tangan wasit akan bergetar dan memberi tanda bahwa telah terjadi gol. Dengan teknologi ini, maka wasit akan terbantu dan dengan tepat dalam mengambil sebuah keputusan. Layaknya sebuah kebijakan, banyak pihak yang menolak digunakannya teknologi ini dalam sepak bola. Salah satunya adalah Presid...

Hiruk Pikuk Pilpres dan Piala Dunia di Media Sosial

Pertengahan tahun 2014 ini terasa lumayan spesial. Ada dua 'hajatan' besar dengan skala nasional dan dunia. Selain Pemilihan Presiden (Pilpres) yang akan dilaksanakan pada 9 Juli nanti, juga adanya gelaran Piala Dunia di Brazil. Pilpres hadir lima tahun sekali, dan Piala Dunia diselenggarakan empat tahun sekali, jadi datangnya dua hajatan besar ini secara bersamaan sungguh langka dan menyita banyak perhatian serta kemeriahaan. Pemilihan Presiden kali ini hanya diikuti oleh dua pasangan calon, menjadikannya lebih semarak hingga muncul dua kubu. Masing-masing pendukung saling membanggakan calon favoritnya juga sekaligus sinis pada calon satunya lagi. Tidak ada yang salah memang, sejauh masih dalam batas-batas wajar untuk saling mensosialisasikan program serta ide-ide dari calon favoritnya demi masa depan bangsa ini. Namun terkadang saling sindir dan nyinyir ini menjadi sedikit berlebihan, bahkan sampai terjadi perkelahian . Hal ini menunjukkan sepertinya rakyat kita belum te...

Ganggu Jam Tidur, Habiskan Waktu, Namun Kita Menyukainya

Ketika masih kecil, saya jarang bermain di luar rumah. Kebanyakan waktu saya habiskan di depan televisi. Saya masih ingat, dari sejak televisi hanya 1 channel, dan pemiliknya diwajibkan membayar iuran televisi tiap bulannya. Jangankan banyak channel, pemilik televisi berwarna pun hanya beberapa, kebanyakan hitam putih, jarang dinyalakan, acara favorit cuma berita dan acara khusus anak-anak di hari Minggu saja. Jika ingin mendapat banyak chanel, orang yang mampu biasanya menggunakan parabola, dan harganya lumayan mahal kala itu.  Pertengahan tahun 1990an baru mulai berkembang, channel-channel baru bermunculan, acara lebih variatif dan iuran televisi juga sudah tidak ada lagi. Era baru kembali dimulai, televisi tidak hanya menjadi simbol status. Televisi menjadi teman sehari-hari, menjadi sumber utama informasi dan hiburan. Radio mulai jarang digunakan, bahkan jikapun ada tak lebih sebagai 'pendamping' televisi. Kemudian komputer (dan) internet mulai berkembang, sedikit ...

Teknologi Internet yang Makin 'Bebas'

Sascha Lobo , seorang Blogger asal Jerman mengatakan bahwa saat ini Internet Sudah rusak. Internet sudah mulai bergeser fungsi dari yang tadinya sebagai penyedia informasi menjadi 'alat' untuk mengganggu ranah pribadi orang lain berupa penyadapan. Sebelumnya juga Edward Snowden, mantan kontraktor agen keamanan Amerika, NSA juga mengatakan bahwa NSA melakukan penyadapan di internet bekerjasama dengan beberapa situs terkemuka. Bagi beberapa kalangan, ini bukanlah masalah serius, hanya saja memang keamanan internet sudah menjadi hal penting sebagai prioritas. Internet juga menjadi lahan kejahatan bagi para pencuri data, masuk ke akun pribadi, dan menyalahgunakan untuk perbuatan jahat. Ambil contoh ketika masuk ke akun Facebook seseorang, mengirimi teman pesan yang berupa penipuan, atau masuk ke akun internet banking, menguras uang yang ada di dalamnya, menjadi bukti betapa keamanan di ranah dunia maya ini juga perlu. Semakin jauhnya fungsi internet yang tak hanya menjadi...

Teknologi yang Makin Memudahkan : Kendala Komunikasi yang Teratasi

Hari Minggu yang lalu, saya menghadiri semacam gathering dengan teman-teman yang pernah satu organisasi dengan saya ketika masih kuliah. Seperti biasa, karena sudah lama tidak bertemu, maka kami saling ngobrol apapun terkait organisasi yang kami ikuti dulu. Banyak cerita-cerita menarik yang sekarang ini menjadi hal yang lucu untuk diingat. Salah satunya adalah ketika kami ingat, dulu saat masih kuliah, ingin mengajak teman-teman melakukan rapat, kami masih repot-repot membuat undangan dalam bentuk kertas, bersusah payah mencari orang yang hendak kita undang, serta sulit untuk mengkonfirmasi kehadiran orang yang kita undang tersebut. Hal diatas menjadi lucu, ketika diingat pada zaman saat ini. Betapa teknologi berkembang begitu cepat, dan jalur komunikasi semakin mudah dan cepat saat ini. Ketika dulu orang masih bersusah payah membuat undangan kertas, saat ini, era tersebut pelan-pelan pun berakhir. Dengan semakin mudah didapat serta terjangkaunya harga ponsel turut menjadi sebab ...

Memaksimalkan Sebuah Ponsel

Perkembangan teknologi saat ini begitu cepat, termasuk di dunia telekomunikasi. Telepon seluler (ponsel) saat ini tidak hanya terbatas sebagai alat komunikasi telepon dan berkirim pesan, namun lebih jauh berkembang. Ponsel menjadi barang yang harus dibawa kemana saja. Mulai dari ponsel berjenis sederhana, hingga smartphone telah menjadi bagian penting dari keseharian kita. Memang begitu pentingnya peranan sebuah ponsel, yang akan sangat membantu kita dalam kehidupan sehari-hari. Hanya saja, seiring dengan perkembangan, ponsel pintar ( smartphone ) selain berharga mahal, juga memiliki daya tahan baterai yang terbatas. Ini menjadi problem tersendiri bagi para pengguna. Misalnya saja ketika dalam kondisi penting, hendak menghubungi seorang teman, jadi terkendala karena ponsel kehabisan baterai. Memang telah ada banyak powerbank sebagai sumber daya darurat. Namun, ini bukanlah solusi praktis bagi seseorang yang sangat mobile dalam kesehariannya, yang tentunya kadang enggan diribetkan...

Antara Ensei Tankado dan Edward Snowden

Indonesia heboh, penyebabnya karena media Internasional, Guardian menurunkan berita yang cukup bombastis, Presiden dan sejumlah pejabat negara dikabarkan pada tahun 2009, perangkat telekomunikasi mereka disadap oleh negara tetangga yakni Australia. Penyadapan dilakukan melalui kantor kedutaan mereka di Jakarta. Dalam pemberitaan tersebut bahkan diperlihatkan pula ponsel (perangkat telekomunikasi) yang digunakan oleh para pejabat yang disadap saat itu. Gelombang komentar pun bermunculan dari yang melakukan protes keras, marah dan juga aksi meretas situs-situs Amerika sebagai dampak dari pemberitaan tersebut. Semua ini berawal dari 'nyanyian' Edward Snowden, mantan pegawai Badan Keamanan Nasional Amerika Serikat (NSA) yang membelot. Setelah pendiri Wikileaks, Julian Assange, Edward Snowden pun mengungkapkan beberapa rahasia negara Amerika Serikat dan sekutunya yang selama ini melakukan penyadapan baik di media telekomunikasi maupun internet, alasannya sih mereka ingin melin...