Postingan

Indocomtech dan IMOS 2014

Gambar
T anggal 29 Oktober - 2 November 2014, Jakarta Convention Center (JCC) menghelat event tahunan Indocomtech 2014. Pameran komputer dan telekomunikasi ini diikuti oleh banyak vendor ponsel, maupun komputer. Sebenarnya banyak sekali promo menggiurkan yang ditawarkan, namun karena uang pas-pasan maka hanya ada beberapa barang saja yang saya beli, dan lumayan murah-murah juga. USB Flashdisk NEXUS 16 GB = Rp. 70.000   Untuk kebutuhan    penyimpanan saya memilih USB Flashdisk merk Nexus seharga Rp. 70.000. Cukup murah, dengan harga segitu saya bisa mendapatkan USB Flashdisk dengan memori sebesar 16 GB, lumayanlah untuk menyimpan dokumen-dokumen pekerjaan. Ada juga pilihan eksternal Hardisk sebesar 500 MB sampai 2 TB dengan harga Rp. 500.000 - 1,5 juta. Earphone WKK = Rp. 100.000 (Bonus Powerbank 2800 mAh)   Barang kedua yang saya beli adalah earphone merk WKK, cukup unik nama mereknya, namun kualitasnya lumayan lah untuk earphone s...

Menghapus File Video dan Musik Bawaan Pada Nokia Asha 501

Sudah hampir satu tahun sudah saya memiliki ponsel Nokia Asha 501. Ya meskipun bisa dikatakan ini smartphone yang nanggung, saya cukup terbantu memilikinya. Namun, setelah diupdate software dan beberapa aplikasi bawaan, saya merasa ponsel ini tidak seresponsif saat baru dulu.  Nah, kemarin saya mencoba memperbarui WeChat dan Line di ponsel tersebut, namun selalu gagal karena memori internal tidak mencukupi. Sayapun diminta menghapus beberapa file seperti phonebook, alarm, note, dsb. Nah karena berisi data-data penting, saya pun berpikir dua kali untuk menghapusnya. Sebenarnya, di memori internal tesebut, banyak 'dipakai' untuk file video mp4 berjudul 'Everyday Adventure' dan 3 file mp3 (lupa judulnya) yang memakan lebih banyak memori. Ketika saya berniat menghapusnya pun tidak bisa secara langsung, akhirnya saya melakukan 'trik' seperti ini : 1. Buka menu File 2. Pilih Memori Telepon (kapasitasnya 66.7 MB) 3. Tarik dari bawah layar ke atas, kemu...

Kebebasan dan Etika Media Sosial

Gambar
Setelah kasus Florence yang menuliskan kata kasar soal Yogyakarta, serta menyebarnya foto tidak seronok artis Hollywood dari iCloud mereka, hari ini dihebohkan dengan langkah Walikota Bandung, Ridwan Kamil melaporkan salah satu akun twitter bernama @kemalsept ke kepolisian. Laporannya, terkait penghinaan kepada sang Walikota dengan kata-kata kasar dan melecehkan.   Kasus yang berkaitan mengenai etika saat online sudah banyak terjadi, namun uniknya, belum dapat dijadikan pembelajaran dalam menggunakan media sosial secara bijak. Selalu saja, ada yang terjebak untuk kasus yang sama, seperti bullying, pornografi, dan penghinaan.   Dunia media sosial dan internet memang memberikan kebebasan pada siapa saja penggunanya. Orang bisa menulis apapun dalam pikirannya di media sosial. Namun, apapun yang namanya kebebasan, tentunya memiliki batasan-batasan dan norma-norma yang harus dipatuhi, demi kenyamanan semua orang. Internet bukanlah milik kita sendiri, ini merupakan "area...

Teknologi Garis Gawang Menimbulkan Pro dan Kontra

Di Piala Dunia 2014 kali ini, FIFA berniat mengantisipasi masalah kontroversial di pertandingan sepak bola. Sebagai manusia biasa, wasit pun kerap kali melakukan kesalahan. Dan yang paling sering menjadi perdebatan adalah keputusan kontroversi dari sang pengadil apakah bola sudah melewati garis gawang (goal) atau belum. Biasanya pihak yang merasa dirugikan akan melakukan protes pada wasit. Nah, untuk mengantisipasi kesalahan "manusiawi" sang wasit tersebut, FIFA mengadopsi teknologi garis gawang ( goal line technology ). Teknologi ini diklaim mampu membantu wasit dalam mengambil keputusan secara akurat. Dengan teknologi ini, secara otomatis apabila bola melewati gawang, maka jam tangan wasit akan bergetar dan memberi tanda bahwa telah terjadi gol. Dengan teknologi ini, maka wasit akan terbantu dan dengan tepat dalam mengambil sebuah keputusan. Layaknya sebuah kebijakan, banyak pihak yang menolak digunakannya teknologi ini dalam sepak bola. Salah satunya adalah Presid...

Hiruk Pikuk Pilpres dan Piala Dunia di Media Sosial

Pertengahan tahun 2014 ini terasa lumayan spesial. Ada dua 'hajatan' besar dengan skala nasional dan dunia. Selain Pemilihan Presiden (Pilpres) yang akan dilaksanakan pada 9 Juli nanti, juga adanya gelaran Piala Dunia di Brazil. Pilpres hadir lima tahun sekali, dan Piala Dunia diselenggarakan empat tahun sekali, jadi datangnya dua hajatan besar ini secara bersamaan sungguh langka dan menyita banyak perhatian serta kemeriahaan. Pemilihan Presiden kali ini hanya diikuti oleh dua pasangan calon, menjadikannya lebih semarak hingga muncul dua kubu. Masing-masing pendukung saling membanggakan calon favoritnya juga sekaligus sinis pada calon satunya lagi. Tidak ada yang salah memang, sejauh masih dalam batas-batas wajar untuk saling mensosialisasikan program serta ide-ide dari calon favoritnya demi masa depan bangsa ini. Namun terkadang saling sindir dan nyinyir ini menjadi sedikit berlebihan, bahkan sampai terjadi perkelahian . Hal ini menunjukkan sepertinya rakyat kita belum te...

Ganggu Jam Tidur, Habiskan Waktu, Namun Kita Menyukainya

Ketika masih kecil, saya jarang bermain di luar rumah. Kebanyakan waktu saya habiskan di depan televisi. Saya masih ingat, dari sejak televisi hanya 1 channel, dan pemiliknya diwajibkan membayar iuran televisi tiap bulannya. Jangankan banyak channel, pemilik televisi berwarna pun hanya beberapa, kebanyakan hitam putih, jarang dinyalakan, acara favorit cuma berita dan acara khusus anak-anak di hari Minggu saja. Jika ingin mendapat banyak chanel, orang yang mampu biasanya menggunakan parabola, dan harganya lumayan mahal kala itu.  Pertengahan tahun 1990an baru mulai berkembang, channel-channel baru bermunculan, acara lebih variatif dan iuran televisi juga sudah tidak ada lagi. Era baru kembali dimulai, televisi tidak hanya menjadi simbol status. Televisi menjadi teman sehari-hari, menjadi sumber utama informasi dan hiburan. Radio mulai jarang digunakan, bahkan jikapun ada tak lebih sebagai 'pendamping' televisi. Kemudian komputer (dan) internet mulai berkembang, sedikit ...

Teknologi Internet yang Makin 'Bebas'

Sascha Lobo , seorang Blogger asal Jerman mengatakan bahwa saat ini Internet Sudah rusak. Internet sudah mulai bergeser fungsi dari yang tadinya sebagai penyedia informasi menjadi 'alat' untuk mengganggu ranah pribadi orang lain berupa penyadapan. Sebelumnya juga Edward Snowden, mantan kontraktor agen keamanan Amerika, NSA juga mengatakan bahwa NSA melakukan penyadapan di internet bekerjasama dengan beberapa situs terkemuka. Bagi beberapa kalangan, ini bukanlah masalah serius, hanya saja memang keamanan internet sudah menjadi hal penting sebagai prioritas. Internet juga menjadi lahan kejahatan bagi para pencuri data, masuk ke akun pribadi, dan menyalahgunakan untuk perbuatan jahat. Ambil contoh ketika masuk ke akun Facebook seseorang, mengirimi teman pesan yang berupa penipuan, atau masuk ke akun internet banking, menguras uang yang ada di dalamnya, menjadi bukti betapa keamanan di ranah dunia maya ini juga perlu. Semakin jauhnya fungsi internet yang tak hanya menjadi...