Postingan

Mengurus Akun Media Sosial

Pagi ini, seorang teman lama saya tiba-tiba memasukkan akun Facebook saya ke sebuah grup yang aneh. Grup berbahasa Inggris, yang tampaknya tidak terurus. Tampak aneh karena yang teman saya ini karakternya agaknya tidak mungkin menyarankan saya masuk ke grup yang tidak jelas seperti itu. Dan benar saja, ketika saya konfirmasi, ternyata dia tidak merasa memasukkan akun saya ke grup tersebut. Bahkan, tambahnya, sudah sekitar 1 tahun dirinya tidak aktif di Facebook. Passwordnya pun lupa. Saya pernah mengibaratkan jika media sosial bagaikan sebuah rumah di dunia maya. Kuncinya ada di password. Dan bila password jatuh ke tangan orang lain, maka terjadilah pencurian. Pun seperti rumah yang tak terurus, akun yang dibiarkan lama pun rawan dibobol oleh yang tidak berkepentingan. Mungkin ada baiknya ketika sudah tidak berminat untuk menggunakan sebuah akun media sosial lebih baik dihapus saja, alih-alih hanya menganggurkannya. Akun tak bertuan seperti itu tentu saja pengamanannya tak seperti a...

Karena Ingatan Manusia Terbatas

Satu foto bisa saja berisi beragam cerita. Foto juga merupakan gambaran sebuah momen yang bisa membangkitkan memori kapan saja dilihat. Tak hanya foto saya rasa, ada pula rekaman suara maupun video. Semua sama saja, merupakan sebuah media yang berguna membangkitkan memori sebuah momen. Dari hal sederhana hingga yang penting sekalipun. Kini era teknologi makin berkembang. "Pengingat" memori pun tak hanya beredar di foto pun rekaman semata. Internet telah mengubah banyak hal. Apapun yang kita catat ataupu masukkan di internet akan terekam dan kapan saja kita membutuhkan tinggal membukanya. Makin mudah kala ponsel pintar saat ini memiliki kemampuan akses internet kapan saja dan dimana saja. Terkadang, menurut saya internet telah membuat seorang manusia tak lagi harus mengingat segala hal. Semua bisa dicatat disana. Sebut saja instagram yang tidak banyak memakan tempat seperti album foro konvensional. Daya tahan pun lebih lama ketimbang metode tradisional. Ada sisi baik dan bur...

Social Media, Narsis, dan Rasa Ingin Dihargai

Sebagai manusia, amat wajar jika kita tidak dapat hidup sendiri. Bak keping puzzle, manusia tidak ada yang dapat menjalani kehidupan tanpa bergantung pada orang lain. Karena memang manusia merupakan makhluk sosial, yang bersosialisasi merupakan salah satu kebutuhannya. Sosial media adalah salah satu terobosan teknologi guna mendukung kebutuhan manusia untuk berinteraksi satu sama lain tanpa ada perbedaan jarak dan ruang. Orang dari belahan bumi manapun bisa saling berinteraksi membicarakan sebuah tema tertentu. Twitter misalnya, kala terjadi sebuah peristiwa menarik, serempak banyak orang membicarakannya dengan menulis tweet. Peristiwa-peristiwa tersebut tak lagi hanya menjadi sebuah lalu lintas informasi, bahkan sampai hingga menjadi trend yang banyak dibicarakan orang. Media sosial, dalam hal ini misalnya Twitter diatas dapat menjadi sebuah indikator dalam menentukan sebuah trend yang sedang ramai dibicarakan. Media sosial menjadi tolok ukur dalam menentukan kekuatan sebuah inform...

Sebuah "Masyarakat" Media Sosial

Ponsel yang terhubung ke internet serta canggih seperti saat ini membuat segala hal menjadi lebih mudah. Serius, inilah benda yang dalam keseharian menjadi teman yang senantiasa menemani dalam berbagai aktivitas. Mungkin berbeda seperti satu dekade yang lalu. Ponsel mungkin hanya disentuh kala ingin menelepon ataupun menulis SMS. Setidaknya fungsionalitas-lah yang membuat semua berubah. Ponsel "kekinian" yang terhubung dengan internet memudahkan pekerjaan serta hiburan saat ini. Pekerjaan yang dulunya mungkin hanya bisa dilakukan dengan menyalakan komputer, sudah bisa dilakukan oleh ponsel pintar. Pun dengan media sosial, menjadi trend yang mengekor dengan popularitas ponsel pintar. Media sosial merupakan salah satu aktivitas reguler pemilik ponsel pintar saat ini. Media sosial menjadi salah satu hiburan yang ada di ponsel pintar. Maklum, sebagai makhluk sosial, tentunya manusia ingin berinteraksi, dan media sosial serta ponsel pintar sukses mendukungnya. Akhirnya, interak...

Data yang Tak Bisa Dianggap Remeh

Apa yang terpenting dari era digital di jaman sekarang? Ponsel canggih kaya fitur yang "kekinian"? Ataukah perangkat yang bisa membantu kita bekerja darimana saja dan kapan saja? Era digital saat ini merupakan saat dimana informasi dan data menjadi sesuatu yang penting untuk dicermati. Bagaimana tidak, setiap apapun yang berhubungan dengan jaringan internet terkadang memerlukan berbagai data dan informasi. Media sosial misalnya, mengharuskan kita sedikit " membeberkan" informasi terkait identitas, yang terkadang bersifat sensitif. Data sensitif tersebut, apabila diketahui oleh orang yang salah, tentunya akan menjadi sesuatu yang buruk. Telah banyak kejahatan yang terjadi akibat penyalahgunaan informasi. Sebenarnya, pemberian informasi terkait dengan identitas merupakan hal yang penting. Misalnya saja dalam media sosial yang mewakili identitas kita di internet. Sayangnya, pemberian informasi ini kadang jatuh ke tangan pihak yang tidak berkepentingan. Tak hanya da...

Facebook dan Gaya Hidup

Belakangan ini, sebenarnya saya jarang sekali membuka Facebook. Sudah lama status di Facebook pun tidak saya update. Saya membuka Facebook pun mungkin lebih untuk bermain game daripada memanfaatkannya sesuai fungsi aslinya sebagai media sosial. Namun, meski saya pribadi sudah agak malas membukanya, Facebook tetaplah menjadi sebuah media sosial yang paling terpopuler di dunia. Facebook merupakan sebuah media sosial yang menurut saya bisa "menyihir" penggunanya. Facebook bukanlah media sosial yang pertama, sebelumnya sudah ada beberapa yang mendahuluinya. Namun Facebook begitu fenomenal hingga mengakibatkan penggunanya menjadi begitu kecanduan. Mereka rela menghabiskan waktu hingga berjam-jam menatap layar. Facebook menjadi tempat yang menyenangkan bagi penggunanya untuk saling berbagi. Facebook merupakan media sosial yang mengakomodir penggunanya untuk berbagi apa saja. Link berita yang dibaca, foto, video, bahkan perasaan si pemilik akun. Facebook pelan namun pasti telah ...

Karya yang Dihargai Setelah Kematian

Saya kuliah di jurusan Manajemen. Salah satu materi kuliah yang mungkin saya ingat betul adalah Teori Hierarki Kebutuhan Maslow. Saya tak akan menjelaskan apa itu di tulisan ini, saya hanya ingin mencermati satu kebutuhan yang sebenarnya hampir setiap orang memilikinya yakni kebutuhan aktualisasi diri. Setiap orang sekecil apapun, saya yakin memiliki sebuah karya. Tak perlu misalnya menjadi seorang seniman untuk menghasilkan sebuaj karya. Setiap orang memiliki imajinasinya sendiri yang kadang malu untuk diungkapkan, itulah kenapa kadang kebutuhan aktualisasi diri ini tidak terdeteksi. Seorang Vincent Van Gogh, penulis yang begitu terkenal ternyata baru terkenal akan karyanya saat dia telah meninggal. Ketika masih hidup, mungkin banyak karyanya yang dipandang sebelah mata oleh kebanyakan orang. Semua orang suka untuk dipuji ataupun dihargai karyanya. Entah itu karya kecil, lebih-lebih sebuah karya yang dia perjuangkan untuk bisa terwujud. Namun, menghargai seseorang terkadang sulit, ...