Postingan

Rela Setor Data?

Di jaman sekarang, kita tentu paham jika semua pengguna ponsel pintar juga secara otomatis memiliki akun media sosial. Minimal ada satu media sosial yang senantiasa aktif digunakan setiap harinya. Bahkan sebagian besar saya yakin menggunakan media sosial ini sebagai alat komunikasi utama, misalnya saja BBM ataupun WhatsApp. Media sosial merupakan salah satu bagian dari gaya hidup masa kini. Seolah kita dianggap aneh jika hanya bisa dihubungi melalui telepon dan SMS serta tidak memiliki media sosial satupun. Perkembangan teknologi informasi telah menciptakan "komunitas" internet yang menjadi tempat beraktivitas sehari-hari. Namun, di sisi lain media sosial dan internet juga menyimpan sebuah dilematis. Data pribadi yang bersifat pribadi mau tidak mau akan terbuka karena dengan memiliki akun media sosial dan menggunakan internet kita dipaksa untuk menyerahkan identitas. Tak hanya identitas, aplikasi seperti chatting pun berarti kita "mempersilakan" si pemilik layanan...

Kehebatan Sebuah Ponsel

Tahun 2005 adalah untuk pertama kalinya saya memiliki ponsel sendiri. Meskipun pada saat itu saya hanya mampu membeli sebuah ponsel bekas, namun tetap memiliki kebanggan tersendiri. Waktu itu, ponsel sudah bukan lagi menjadi barang yang langka. Sudah banyak yang memiliki, meski patut diakui, harganya masih terbilang tinggi. Saat pertama kali memiliki ponsel tersebut, bukan berarti saya bebas untuk berkomunikasi. Maklum saja, saat itu saya masih berstatus mahasiswa. Tarif telepon dan SMS (yang ponsel saya hanya mampu lakukan) masih begitu mahal. Jadi, saya agak menghemat dengan jarang telepon ataupun mengirim SMS jika kurang begitu penting. Fungsi dasar sebuah ponsel adalah telepon dan SMS. Ponsel merupakan salah satu revolusi dalam teknologi telekomunikasi. Dulu, mobilitas orang dalam berkomunikasi jarak jauh amat terbatas. Pemilik telepon rumah (kabel) pun hanya segelintir orang dan menyentuh kalangan terbatas. Dengan hadirnya telepon seluler, mobilitas orang berkomunikasi makin lua...

"Kebablasan" Berpendapat

Sore ini, timeline Twitter saya dipenuhi berbagai protes terkait kebijakan menyamarkan gambar (blur) yang dilakukan stasiun televisi saat menayangkan acara PON. Kebanyakan sih, protes ditujukan pada KPI yang menurut mereka telah membuat kebijakan sensor yang berlebihan, sehingga esensi tayangan justru tidak didapat oleh pemirsa televisi. Saya tidak bermaksud untuk ikut dalam perdebatan blur tayangan televisi ini. Saya tidak dalam posisi mendukung ataupun menolak sensor yang dilakukan oleh KPI terhadap tayangan televisi di Indonesia. Namun, fenomena untuk saling menyampaikan pendapat di media sosial ini menarik, hingga opini-opini yang berkembang mampu menjadi trend (trending topic). Kita bersyukur hidup di era digital yang serba mudah seperti saat ini, dimana kebebasan menyampaikan pendapat dijamin oleh undang-undang. Bahkan tak hanya itu, fasilitas guna menyampaikan pendapat pun telah banyak tersedia. Tak harus melakukan demonstrasi, menyampaikan pendapat bisa dilakukan di media sos...

Internet Mati Itu Menyebalkan

Hari ini, seorang teman mengirim SMS. Dia "curhat" dari semalam layanan internetnya tidak bisa digunakan, padahal kuota masih. Saya pun memberi saran untuk menghubungi customer service operator yang digunakan. Saat sedang "menjelajah" media sosial, akhirnya saya membaca klarifikasi dari si operator jika memang internetnya di beberapa daerah mengalami gangguan. Saya sendiri kebetulan tidak menggunakan operator tersebut untuk berinternet. Internet telah menjadi salah satu kebutuhan mendasar bagi beberapa orang. Internet menjadi sarana berkomunikasi dan berinteraksi. Internet pula menjadi sarana hiburan dan berbisnis. Peran internet dalam keseharian begitu vital, kala pengguna ponsel pintar tak mungkin dapat dipisahkan dengannya barang sehari. Bahkan, konsumsi untuk paket data menjadi lebih besar dibanding dengan telepon dan SMS. Sebegitu pentingnya peran konektivitas internet menjadikannya layanan yang harus senantiasa siap. Bila internet mengalami gangguan, sudah b...

Gaya Hidup "Online"

Peran kemajuan teknologi informasi dan komunikasi semakin berkembang hingga menyentuh sendi-sendi kehidupan. Perkembangan teknologi IT memunculkan beragam cara baru yang membuat kehidupan makin mudah dan cepat. "Online", begitu orang menyebut sebuah aktivitas melalui internet. Entah apapun yang dilakukan, dari mulai sekedar browsing maupun saling berinteraksi. Intensitas online pun lama kelamaan makin sering. Bahkan menjadi salah satu aktivitas utama dalam keseharian. Kemudahan online tak lepas dari makin canggihnya ponsel pintar. Ponsel kini tak lagi hanya berfungsi untuk berkomunikasi jarak jauh semata. Lebih dari itu, ponsel pintar saat ini lebih berfungsi untuk mendukung aktivitas online agar terhubung dengan internet. Kemudahan-kemudahan yang ditawarkan dengan makin canggihnya penggunaan ponsel maka akan memunculkan beragam aktivitas online. Tak hanya aktivitas biasa, online telah menjadi sebuah gaya hidup bagi sebagian orang. Online telah menciptakan beragam ide bisni...

Ponsel Update

Ponsel apa yang sedang Anda pakai? Bila membeli baru-baru ini, tentunya ponsel pintar Anda memiliki software maupun Operating System (OS) yang terbaru. Katakanlah apabila Anda menggunakan Android, ada kemungkinan OS Anda kali mungkin Lollipop ataupun Marshmallow, dan bahkan mungkin juga Android Nougat. Benar, para produsen ponsel saling mengembangkan teknologi ponsel yang mereka lepas ke pasaran. Software ataupun OS senantiasa diperbarui dan dikembangkan dengan alasan tetap mendapatkan performa yang optimal. Bagi ponsel dengan kategori flagship ataupun unggulan tentunya tidak terlalu masalah dengan "kebijakan" produsen ponsel ini. Mereka senantiasa mendapatkan update kapanpun sudah siap diluncurkan. Jadi, performa ponsel yang dimiliki senantiasa diperhatikan. Namun, bagi beberapa ponsel dengan kelas di bawahnya, keterbatasan hardware mungkin menjadi kendala sehingga tidak mendapatkan update layaknya ponsel flagship. Saya sendiri masih menggunakan ponsel Android dengan OS Ki...

Berganti Ponsel

Saya seorang yang memiliki kebiasaan buruk namun susah untuk dihilangkan. Saya memiliki kebiasaan untuk sering berganti ponsel pintar (smartphone). Setiap ada ponsel menarik dengan harga yang terjangkau hampir pasti saya akan membelinya. Memang, pekerjaan dan aktivitas yang saya lakukan sangat bergantung dengan adanya ponsel, namun kebiasaan saya ini bukanlah sebuah hal yang baik. Saya tak sendiri. Bagi beberapa orang, memiliki ponsel adalah sebuah gaya hidup. Mereka sering bergonta-ganti ponsel. Biasanya karena hobi dan ingin mencoba fitur-fitur ataupun kemampuan yang dimiliki oleh sebuah ponsel yang baru. Kebiasaan ini berbanding lurus dengan semakin meningkatnya aktivitas digital dan online manusia. Sejak hadirnya ponsel pintar (smartphone) aktivitas online semakin intens. Karena mengakses internet bisa dilakukan kapan saja dan dimana saja. Saya menulis tulisan ini di dalam kereta dalam perjalanan Semarang-Jakarta. Karena kondisi sinyal yang naik turun, akhirnya saya memilih untuk...