Postingan

Jelly Bean di 2017

Indocomtech datang lagi. Pameran teknologi yang katanya terbesar di Indonesia tersebut kembali hadir di Jakarta. Kenapa saya bilang katanya? Karena untuk tahun ini saya merasa Indocomtech tidak sebesar tahun-tahun sebelumnya. Entahlah, mungkin karena saya datang pada hari ketiga. Kembali ke judul, seperti biasa di Indocomtech banyak stan yang menawarkan diskon ponsel, komputer, dan segala macam aksesorisnya. Minat saya tentu saja mencari barang clearance sale. Awalnya saya berniat membeli iPhone 5s yang dibandrol 800 ribu di stan Eraphone. Namun karena antrian yang panjang, saya pun mengurungkan niat. Di stan Point 2000 ternyata juga ada clearance sale. Berbekal tanya-tanya dan googling saya akhirnya memilih Alcatel Onetouch Idol X seharga 350 ribu rupiah. Kenapa bisa semurah itu? Karena ini barang display dan hanya tersedia unit tanpa assesoris dan garansi. Barangnya pun sudah ada lecet di sana sini. Ponsel Alcatel Onetouch Idol X ini terbilang tua. Meluncur di tahun 2013 sebenarny...

Sampah Ponsel

Saya masih menggunakan Moto E3 Power saat ini. Kemarin telah mendapatkan pembaruan software yang kecil. Smartphone ini meski baru sekitar setahun, namun agaknya sedikit tertinggal dibanding ponsel-ponsel sekarang. Apalagi penerusnya, Moto E4 dan Moto E4 Plus sudah dirilis. Kebutuhan saya dalam menggunakan ponsel pintar sebenarnya tidak terlalu berat. Saya menggunakan ponsel untuk kebutuhan komunikasi, Email, media sosial dan sesekali mendengarkan musik serta bermain game mobile legend. Dengan kebutuhan tersebut, spesifikasi Moto E3 Power yang di atas kertas sebenarnya biasa saja, mampu mengakomodir segala keperluan saya. Dari sini saya agak berpikir, apa urgensi masing-masing produsen ponsel mengeluarkan produk baru setiap tahunnya. Setahun sekali merupakan waktu yang relatif terlalu cepat untuk berganti ponsel. Seperti saya jelaskan di atas, saat menggunakan E3 Power ini, ternyata masih mampu maksimal mengakomodir segala keperluan. Memang, perkembangan teknologi begitu cepat. Produ...

Smartphone Sesuai Kebutuhan

Seiring dengan perkembangan zaman, ponsel pintar (smartphone) pun mengalami perkembangan yang amat pesat. Salah satu perkembangannya adalah semakin canggihnya ponsel yang senantiasa terhubung dengan internet tersebut. Masing-masing produsen ponsel menawarkan beragam spesifikasi yang teramat canggih hingga pengguna saling berlomba untuk memilikinya. Tak ada salahnya membeli ponsel dengan spesifikasi yang wah. Bahkan, ponsel dengan spesifikasi terbaik menjadikannya amat mudah digunakan. Ponsel canggih mampu menjalankan aktivitas berat sekalipun dengan lancar dan nyaman. Inilah salah satu alasan orang membeli ponsel mahal, selain alasan gengsi tentu saja. Saya pengguna ponsel yang memiliki anggaran terbatas. Saya enggan menggunakan ponsel 'flagship' berharga mahal karena kendala dana. Saya pun tidak terlalu mementingkan spesifikasi di atas kertas. Satu hal yang menjadi pertimbangan saya memilih ponsel adalah, kemampuannya menjalankan aktivitas yang saya butuhkan dengan lancar. ...

Berbahagia di Media Sosial

Saya adalah salah satu pengguna media sosial yang sangat aktif. Hampir setiap jam minimal satu kali mengecek akun media sosial saya terutama Twitter. Kemarin, saya menutup salah satu akun media sosial yang saya miliki. Meskipun media sosial tersebut cukup penting untuk saya berinteraksi dengan teman-teman, namun saya memutuskan untuk menutup akun Facebook yang saya miliki. Alasan saya cukup sederhana, Facebook saya tak lagi menarik. Alasan sederhana saya tersebut berawal dari niatan bahwa saya membuka akun media sosial untuk bergembira. Di tengah kepenatan saya dalam bekerja dan beraktivitas, saya senantiasa menyempatkan diri untuk menyegarkan pikiran dengan membuka media sosial. Media sosial merupakan salah satu "paket komplit". Media sosial bisa menjadi sumber informasi dan sekaligus berbagi dan bersosialisasi, sesuai dengan namanya. Karena itulah, sebaiknya kita menciptakan suasana media sosial yang menyenangkan. Janganlah, sudah stres dengan aktivitas keseharian masih j...

Redmi 4A, Cocok Untuk Pekerjaan Ringan

Aplikasi apa di Android yg Anda perlukan dalam mendukung pekerjaan? Bila Anda bukanlah seorang programmer ataupun desain grafis, paling aplikasi anak kantoran macam Email, Office, dan sejenisnya. Aplikasi semacam itu tentunya tidak memerlukan ponsel dengan spesifikasi yang tinggi. Setidaknya dengan menggunakan Redmi 4A, saya secara pribadi merasa ponsel pintar ini sudah mumpuni digunakan untuk bekerja. Selama tiga hari terakhir, saya memang sengaja mengandalkan Redmi 4A sebagai daily driver yang mendukung saya untuk bekerja. Saya pun mengatur aplikasi penting macam Email dan layanan perpesanan (WhatsApp dan BBM) senantiasa mulai otomatis. Disamping itu, saya pun rutin menggunakan beberapa aplikasi cloud dan juga WPS Office untuk membuka dan terkadang meng-edit dokumen secara sederhana. Dan dalam menjalankan beragam aplikasi tersebut, saya tidak menemukan masalah yang berarti. Dalam tiga hari terakhir ini, saya belum menggunakan ponsel Redmi 4A ini untuk bermain game. Saya belum bisa ...

Kesan Pertama Redmi 4A : Bagus Sih, Tapi ...

Hari ini, saya menggunakan ponsel Xiaomi Redmi 4A. Varian termurah dari Xiaomi ini rencana mau saya gunakan sebagai daily driver selama bulan puasa. Saya menggunakan varian RAM 2 GB dengan memori internal sebesar 32 GB. Secara keseluruhan, ponsel ini masih cukup nyaman dipakai. Mungkin karena ponselnya masih baru. Untuk pertama kalinya menggunakan seperti biasa saya meng-instal beberapa aplikasi yang saya perlukan. Untuk sinkronisasi dengan akun Google serta Mi Cloud berjalan sebagaimana mestinya. Inilah salah satu keunggulan menggunakan ponsel Xiaomi, beragam setelan tak perlu diset dari awal, tinggal sinkronisasi dari akun yang sudah tersimpan. Kesan pertama menggunakannya untuk sosial media sudah lumayan gegas dan lancar. Kalau dicari kelemahan mungkin ada di build quality yang menggunakan bahan plastik dengan kesan ringkih dan terlalu ringan. Namun, bagi yang mencari ponsel terjangkau dengan konektivitas yang sudah 4G, mungkin layak menjadi salah satu pertimbangan. Untuk performa...

Ponsel Blackberry dan WhatsApp

Semalam saya berdiskusi dengan seorang teman. Nah, teman saya ini masih menggunakan Blackberry Z10 sebagai daily driver. Saya agak terkejut dengan hal ini. Maklum ponsel Blackberry non Android agaknya sudah mulai ditinggalkan. Apalagi dukungan aplikasi untuk ponsel dengan OS BB 10 tersebut tidak sebanyak Android dan iOS.. Kebutuhan utama teman saya tersebut adalah ponsel untuk bekerja. Di awal tahun 2000an, alasan tersebut saya nilai masih cukup masuk akal. Dulu, sebelum kehadiran iPhone, Blackberry sukses menjadi ponsel pilihan para pebisnis dan pekerja. Kehadiran Blackberry Messenger (BBM) yang tak hanya menjadi aplikasi perpesanan biasa menjadi alasan utamanya. Dengan BBM, orang tak hanya dipermudah berkirim pesan, namun gambar serta berbagai file lainnya. Lebih efektif dibanding harus mengandalkan e-mail. Namun, ketika kembali ke saat sekarang, Blackberry sudah tidak seperkasa dulu. BBM sudah mulai kalah bersaing dengan WhatsApp. Ponsel Blackberry sekarang pun sudah mulai ditingg...