Postingan

Tips Membeli Ponsel Bekas Secara Online

Kasus penipuan jual beli online saat ini makin marak. Salah satunya terkait jual beli ponsel bekas secara online. Ponsel bekas yang beredar secara luas di marketplace online kebanyakan berasal dari luar negeri. Alasan menjamurnya ponsel bekas ini karena dengan spesifikasi tinggi, kita mendapatkannya dengan harga yang lumayan terjangkau. Saya sendiri sudah tiga kali membeli ponsel pintar (smartphone) bekas secara online, dan sejauh ini tetap lumayan memuaskan. Berikut sedikit masukan dari saya jika Anda ingin membeli ponsel secara online. 1. Beli di Marketplace Terpercaya dan Baca Deskripsi Produk dengan Hati-Hati Saat ini, banyak marketplace terpercaya di internet. Sebut saja Bukalapak, Tokopedia, Shopee dan lain sebagainya. Saya biasanya membeli ponsel di Tokopedia. Kala mencari ponsel bekas, baca baik-baik deskipsi produk yang diberikan oleh penjual. Perhatikan garansi personal yang diberikan, kekurangan atau cacat pada ponsel, ketersediaan jaringan, dan lain sebagainya sebelum mem...

Memilih Ponsel untuk Jangka Panjang

Belakangan ini, perkembangan ponsel pintar tampak semakin cepat. Hampir tiap bulan, ada saja ponsel baru yang launching. Mengikutinya, tentu saja akan sangat berat. Bagi beberapa orang dengan dana terbatas, lebih memilih menggunakan ponsel untuk jangka panjang. Berikut beberapa pertimbangan jika hendak membeli ponsel untuk digunakan secara jangka panjang (hingga 1-2 tahun ke depan). Oh ya, pertimbangan ini berdasarkan penggunaan ponsel Android ya. 1. Pilih OS Minimal Dua Generasi di Bawah Saat Ini Misalnya, saat ini OS Android adalah 8.0 Oreo, maka spesifikasi minimal ketika hendak membeli ponsel adalah 6.0 atau Marshmallow. Dengan OS ini maka aplikasi-aplikasi terbaru masih bisa diikuti. Apalagi jika pilihannya ponsel yang memiliki user interface (UI) sendiri seperti Xiaomi dengan MIUI-nya, biasanya rajin memberikan update soffware. 2. RAM Minimal 2GB, Memori Internal 16GB Pilihan RAM minimal 2GB dengan memori internal 16 GB sudah cukup, jangan kurang dari itu. Karena aplikasi-apl...

Bergantung Pada Ponsel Pintar

Generasi saat ini hampir semuanya memiliki ponsel pintar(smartphone). Dari mulai anak-anak hingga dewasa. Beragam niatan dan juga kegiatan yang dapat dilakukan oleh ponsel pintar. Chatting, browsing, bahkan bermain game bisa dilakukan menggunakan ponsel. Sesuatu yang bertahun-tahun lalu mungkin tidak terpikirkan. Dulu mungkin orang hanya berpikir menggunakan ponsel hanya sebagai alat komunikasi saja. Bahkan dengan harga yang lumayan mahal, ponsel hanya dimiliki oleh beberapa kalangan saja. Namun perkembangan zaman memang semakin meningkat. Ponsel kini tak hanya sekedar alat komunikasi. Makin terjangkaunya ponsel bahkan membuat hampir semua orang memilikinya. Berbeda dengan puluhan tahun lalu, ponsel kini menjadi sebuah hal yang berhubungan erat dengan sendi kehidupan. Sebenarnya bukan faktor ponselnya saja, namun teknologi yang menyertai dan diterapkan pada ponsel lah yang telah menjadikannya penting bagi kehidupan. Seperti saya singgung diatas, ponsel pintar saat ini merupakan salah...

Perlu RAM Berapa di Smartphone?

RAM (Random Access Memory) adalah salah satu komponen penting pada sebuah ponsel pintar (smartphone), mudahnya komponen ini berguna untuk mengerjakan beberapa tugas secara bersama-sama. Karena pengguna ponsel saat ini gemar membuka beragam aplikasi secara bersamaan, menjadikan produsen berlomba-lomba mengeluarkan ponsel dengan spesifikasi RAM yang besar. Ambil contoh Infinix Zero 5 dengan 6 GB RAM serta OnePlus 5T dengan 8 GB RAM. Sebenarnya berapa minimal RAM yang diperlukan agar bisa nyaman menggunakan sebuah ponsel? Jawaban antara pengguna satu dengan yang lain amat beragam. Saya sendiri bukanlah orang yang kerap melakukan multitasking. Saya hanya membuka aplikasi yang hendak digunakan, dan menutupnya ketika selesai. Hanya saja, beberapa aplikasi seperti chatting saya tetap biarkan berjalan di background. Dengan pemakaian ala saya, menggunakan ponsel untuk media sosial, dan chatting serta beberapa tugas ringan seperti browsing dan menulis catatan, RAM sebesar 1,5 GB milik LG K8 LT...

Mematikan Jaringan 2G? Tunggu!

Tahun 2018 ini, saya masih berkeyakinan masih banyak yang menggunakan ponsel 2G. Biasanya, pengguna ponsel ini hanya untuk telepon dan SMS saja. Maklum, jika digunakan untuk berinternet, kualitas jaringannya sangat lamban unuk jaman sekarang dimana sinyal 4G sudah semakin merata. Beberapa waktu yang lalu, Smartfren telah mematikan layanan CDMA-nya. Dengan demikian, sudah tidak ada lagi layanan CDMA (2G ataupun 3G) yang bertahan di Indonesia. Maklum, Smartfren adalah operator CDMA terakhir yang mampu bertahan, saat ini lebih fokus mengembangkan jaringan 4G LTE. Lantas bagaimana dengan nasib pengguna jaringan 2G GSM? Agak dilematis, mengingat masih banyak juga penggunanya. Bukan hanya pengguna feture phone saja, namun juga pengguna smartphone dual sim yang biasanya jaringan nomor kedua di-lock pada jaringan 2G. Saya secara pribadi pun masih menggunakan jaringan 2G untuk bertelepon meski tidak terlalu sering. Beberapa kali sih teman menelepon menggunakan WhatsApp, namun...

Bila Tanpa Media Sosial

Media sosial apapun itu belakangan saya rasakan terlalu berisik untuk hal yang remeh. Platform digital yang sebelumnya berfungsi untuk saling bermasyarakat secara maya ternyata berubah fungsi menjadi media pamer, saling mengungkapkan kebencian dan lain sebagainya. Media sosial itu bebas. Bahkan mungkin karena terlalu bebas, orang bisa saja menjadi pribadi yang berbeda kala berada di media sosial. Jika di kehidupan sebenarnya mungkin dia bisa menjaga sikap (jaim). Beda hal kala di media sosial yang cenderung bisa bebas mengungkapkan apa yang dirasakannya. Saya berpendapat kita perlu memiliki media sosial. Setiap hal memiliki muatan positif dan negatif. Namun saya tetap berpendapat bahwa sebaiknya semua pengguna internet memiliki setidaknya satu akun media sosial. Selain sebagai media berinteraksi, media sosial juga mewakili identitas seseorang di internet. Tentuny identitas yang sebenarnya dengan beberapa batasan menjadi salah satu kontrol diri menjaga sikap di media sosial. Media so...

Jelly Bean di 2017

Indocomtech datang lagi. Pameran teknologi yang katanya terbesar di Indonesia tersebut kembali hadir di Jakarta. Kenapa saya bilang katanya? Karena untuk tahun ini saya merasa Indocomtech tidak sebesar tahun-tahun sebelumnya. Entahlah, mungkin karena saya datang pada hari ketiga. Kembali ke judul, seperti biasa di Indocomtech banyak stan yang menawarkan diskon ponsel, komputer, dan segala macam aksesorisnya. Minat saya tentu saja mencari barang clearance sale. Awalnya saya berniat membeli iPhone 5s yang dibandrol 800 ribu di stan Eraphone. Namun karena antrian yang panjang, saya pun mengurungkan niat. Di stan Point 2000 ternyata juga ada clearance sale. Berbekal tanya-tanya dan googling saya akhirnya memilih Alcatel Onetouch Idol X seharga 350 ribu rupiah. Kenapa bisa semurah itu? Karena ini barang display dan hanya tersedia unit tanpa assesoris dan garansi. Barangnya pun sudah ada lecet di sana sini. Ponsel Alcatel Onetouch Idol X ini terbilang tua. Meluncur di tahun 2013 sebenarny...