Postingan

Selamat Tinggal Blackberry Messenger

PING! Pesan satu kata ini merupakan ciri khas dari Blackberry Messenger (BBM) untuk "meminta perhatian" kita. Fitur PING! tersebut kerap kali menandakan kita lupa membaca sebuah pesan. Fitur khas tersebut masih jarang saya temui di WhatsApp sebagai aplikasi perpesanan (messenger) paling populer saat ini. Sebagai aplikasi perpesanan, BBM berada di puncak kejayaannya kala menjadi fitur eksklusif perangkat ponsel asal Kanada, Blackberry. Di Indonesia, BBM menjadi aplikasi perpesanan yang sangat populer di sekitaran awal tahun 2000an. BBM juga menjadi salah satu aplikasi "orang kaya" mengingat harga ponsel Blackberry kala itu begitu mahal. Namun semua berubah ketika WhatsApp menyerang. Eksklusifitas BBM yang hanya untuk ponsel Blackberry mulai dilawan oleh WhatsApp sebagai pemain baru. WhatsApp menawarkan fitur perpesanan yang lebih simple. WhatsApp bisa digunakan mengirim pesan antar platform (Android, IOS, dan Blackberry), sesuatu yang tidak mampu dilakukan ...

Snapdragon 625

Di tahun 2019 ini, banyak ponsel menarik di pasaran. Namun, daily driver saya saat ini masih menggunakan Redmi 5 Plus. Saya sudah mencoba menggunakan ponsel dengan spesifikasi lebih baik, seperti Mi 8 Lite dan juga Pocophone F1, namun saya masih betah memaksimalkan Redmi 5 Plus sebagai ponsel utama. Bukan berarti Mi 8 Lite dan Pocophone F1 tidak menarik, saya tetap akan menjadikan ponsel-ponsel itu suatu hari nanti. Namun untuk saat ini saya sudah cukup puas menggunakan Redmi 5 Plus dengan Snapdragon 625. Bisa dibilang Snapdragon 625 merupakan salah satu processor favorit Xiaomi. Sudah ada beberapa ponsel keluaran mereka yang menggunakan chipset ini. Saya sendiri memiliki dua ponsel berprosesor Snapdragon 625 yakni Redmi 5 Plus dan Mi A1. Secara kinerja, prosessor ini memang bagus dan terbilang irit daya. Itulah alasan utama kenapa saya menggunakan ponsel ini sebagai daily driver. Kinerja saya dalam keseharian memang tidak terlalu berat. Ponsel saya gunakan unt...

Review 4Connect Audio Receiver

Di zaman serba tanpa kabel saat ini, tampaknya perlu untuk memiliki perangkat yang mendukung segala aktivitas lebih sederhana dan mudah. Saya merupakan salah satu orang yang tidak bisa melepaskan diri dari earphone. Aktivitas saya saat menelepon ataupun mendengarkan musik kebanyakan saya lakukan melalui earphone. Hanya saja, earphone yang saya miliki kebanyakan adalah earphone berkabel. Sejauh ini tidak ada masalah sih, hanya saja bila kita perhatikan ponsel keluaran terbaru saat ini sudah mulai meninggalkan port untuk jack audio. Mau tidak mau, orang mulai berpikir untuk menggunakan peralatan wireless, salah satunya untuk earphone. Bluetooth Receiver ini bisa menjadi salah satu solusi ketika earphone maupun perangkat wireless lain terbilang mahal. Untuk bluetooth receiver merk 4Connect ini saya beli secara online dengan harga 60 ribuan dipadukan dengan earphone dari JBL seharga 100 ribu. Lumayan irit daripada membeli earphone bluetooth. Penggunaan bluetooth r...

Daily Driver : Redmi 5 3/32

Sebulan belakangan, saya menggunakan ponsel dari Xiaomi yakni Redmi 5 sebagai ponsel utama (daily driver). Di pasaran, ponsel ini terdapat dua varian, yang pertama dengab RAM 2GB dan memori internal 16GB. Karena RAM dan memori internalnya terbatas saya memilih varian yang satunya lagi yakni RAM 3GB dan memori internal 32GB. Sebenarnya sudah lama saya memiliki ponsel ini, namun baru intens menggunakannya sebagao daily driver pada sebulan atau dua bulan belakangan. Sebagai ponsel utama, secara keseluruhan saya tidak memiliki masalah berarti saat menggunakannya. Dulu saya memiliki masalah di responsifitas layar. Ketika saya mengetik dengan menggunakan SwiftKey Keyboard, sempat terjadi delay ketika mengetik dan huruf yang keluar di layar. Tapi sejak diupdate ke MIUI 10, masalah responsifitas layar tersebut tidak lagi saya alami. Alasan utama saya memilih ponsel ini lebih karena ukuran layarnya yang pas di genggaman. Saya tidak terlalu suka menggunakan layar berukuran besar untuk daily driv...

Tiga Aplikasi Mobile dari Microsoft yang Cukup Berguna

Microsoft merupakan raja di ranah komputer. Mayoritas pengguna PC dan laptop akan menggunakan OS Windows dari Microsoft. Tak seperti di komputer, Microsoft tampaknya agak keteteran bersaing di kebutahan perangkat mobile. Sempat mencoba dengab Windows Phone namun gagal, kini Microsoft tak seagresif bertarung di dunia mobile. Akan tetapi, menurut saya setidaknya ada 3 aplikasi dari Microsoft yang sangat berguna ketika digunakan secara mobile baik itu untuk ponsel maupun tablet. Berikut ketiga aplikasi tersebut. 1. Microsoft To-Do Aplikasi ini baru saya gunakan beberapa hari. Setiap harinya, mungkin ponsel saya adalah barang elektronik yang paling sering saya pegang dan bawa kemana-kemana. Saya termasuk orang yang gampang lupa dengan tugas dan janji. Sesuai namanya, aplikasi ini bisa menjadi pengingat (alarm) dan mengatur semua kegiatan kita setiap harinya. Aplikasi ini berfungsi selayaknya sekretaris yang akan mengingatkan jadwal kita. Bagi Anda yang gampang lupa seperti saya, ada baik...

Twitter, Media Sosial Informatif

Saya memiliki akun twitter (@aslich) sejak Juli 2009. Sudah cukup lama, dan hingga hari ini, akun tersebut masih aktif. Saya kebanyakan menggunakan Twitter, karena media sosial (medsos) ini memberikan berbagai informasi dan berita dengan cukup ringkas. Biasanya, saya mengikuti beberapa akun media online, pun tokoh-tokoh yang lumayan aktif membagikan ide ataupun kulwit sederhana yang menambah pengetahuan. Setiap harinya, linimasa (timeline) saya berisi beragam judul sebuah berita ataupun artikel. Bila tertarik dengan suatu judul, biasanya saya akan membuka link yang menyertainya. Saya jarang berkomentar sebelum membaca isinya, karena sekarang banyak judul yang menipu dan hanya mengharapkan klik (clickbait), yang tidak sesuai antara judul dan isinya. Oh ya, saya juga berhenti mengikuti (unfollow) beberapa akun yang sering clickbait, meskipun akun tersebut adalah milik media ternama dan memiliki banyak follower, karena bagi saya, clickbait bisa memberikan salah tafsir terutama pada penggu...

Iseng Review Blackberry Z3

Menggunakan Blackberry OS10 di 2018? Saya adalah salah satu orang yang tidak ikut euforia menggunakan Blackberry di "masa jayanya" karena kendala dana. Maklum, saat itu harga device Blackberry begitu mahal. Untuk Blackberry entry level macam BB Gemini pun saat itu harganya bisa diatas 2 juta rupiah. Saya baru berkesempatan mencoba Blackberry OS10 di tahun 2018 ini. Ada yang menjual Blackberry Z3 kondisi baru (stok lama) dengan harga 600 ribuan, langsung saya beli. Pertama kali menggenggam ponsel ini saya merasa agak sayang Blackberry bisa meredup tergerus oleh Android dan iOS yang menguasai pasar. Ponsel Blackberry Z3 ini nyaman digunakan, serta modelnya pun tidak terlalu mainstream seolah menunjukkan ciri khas Blackberry. Berbagai ciri khas itu bisa kita temui juga di Blackberry Aurora. Kembali ke Blackberry Z3, saat menggunakannya saya merasa sebetulnya ponsel ini memiliki potensi. Buka tutup antar aplikasi terbilang gegas meski hanya menggunakan RAM 1.5GB. Namun lagi-lagi ...