Kamis, 05 Mei 2016

Media Sosial dan Anak-Anak

Media sosial saat ini, menjamur dimana-mana. Seiring dengan semakin berkembangnya teknologi ponsel yang senantiasa terhubung internet. Hampir semua orang menggunakan ponselnya untuk membuka akun media sosial yang dimiliki. Saat ini, orang tak hanya memiliki satu akun media sosial,

Hampir semua media sosial membatasi usia penggunanya. Biasanya hanya yang berumur diatas 13 tahun yang diperbolehkan memiliki akun media sosial. Hanya saja, aturan ini kerap dilanggar. Banyak anak kecil yang sebenarnya belum cukup umur telah memiliki akun media sosial. Beragam niatannya, dari sekedar mencari teman dan bersosialisasi.

Sebenarnya bukan tanpa alasan, media sosial membatasi umur penggunanya. Usia dewasa diatas 13 tahun dianggap pikirannya sudah cukup untuk membedakan hal benar  dan salah, serta sudah cukup matang secara umur. Namun, hal berbeda saat anak-anak menggunakannya.

Media sosial merupakan sesuatu yang bebas. Berbeda dengan media konvensional yang memiliki aturan serta editor sendiri, media sosial adalah media yang independen yang siapa saja bebas mengungkapkan pemikiran mereka. Dan dampak buruknya, ketika digunakan oleh anak-anak yang sebenarnya belum pantas memasuki dunia sebebas itu.


Jika kita googling, ada beberapa dampak negatif penggunaan media sosial bagi anak-anak. Dari yang sekedar lupa waktu sampai bahaya ancaman pornografi serta adegan kekerasan yang kadang bebas berkeliaran di media sosial. Peran orang tua sangatlah dibutuhkan untuk mengawasi anak-anaknya dalam menggunakan media sosial. Bahkan mungkin haruslah melarang jika sang anak belum cukup umur. Media sosial bukanlah mainan yang tepat untuk anak-anak.