Jumat, 26 Agustus 2016

"Hidup Tanpa Koneksi Internet"

Keseharian saya sebagai seorang pekerja, tidak bisa dilepaskan dari teknologi. Terutama teknologi yang bersinggungan dengan sektor komunikasi. Saya pun termasuk orang yang cukup boros dalam menggunakan internet. Jika dihitung secara kasar, mungkin puluhan GB internet saya habiskan untuk bisa menjelajah dunia maya dengan bantuan tiga ponsel dan atau tiga mobile wifi yang saya miliki.

Seperti saya akui diatas, dengan konsumsi puluhan GB kuota tersebut, mungkin bisa melabeli saya sebagai seseorang yang boros. Namun jujur saja, saya benar-benar membutuhkan koneksi internet kapan saja dan dimana saja. Mungkin saja kebutuhan saya dipaksakan, namun tetap saja, saya tak bisa dilepaskan dari ponsel pintar barang sebentar saja. Maklum, dengan menjadi sosok yang jauh dari keluarga, internet menjadi sarana saya untuk berkomunikasi dan mencari hiburan.

Dalam sehari, saya kerap menggunakan ponsel untuk chatting, browsing, bahkan menonton video. Chatting sebagai salah satu upaya saya untuk berkomunikasi dan juga berkoordinasi dalam pekerjaan. Saya sangat jarang menggunakan telepon dan sms, kecuali untuk orang yang baru saya kenal. Itupun biasanya saya menggunakan WhatsApp ketika saya ketahui orang yang baru saya kenal itu menggunakan aplikasi tersebut.

Dalam keseharian, mungkin tak hanya saya yang bergantung pada koneksi internet. Saya tak sendiri, banyak pula orang yang mengalaminya. Internet dan smartphone tak hanya menjadi sarana komunikasi, namun juga sebagai sebuah gaya hidup dan membantu setiap urusan baik hiburan ataupun pekerjaan. Koneksi internet telah menjadi sebuah bisnis yang sexy tak hanya bagi operator telekomunikasi namun juga penyedia layanan dan para pemilik website. Ya, di era sekarang ini, sangat sulit menemukan orang yang bisa hidup tanpa adanya koneksi internet.