Sabtu, 14 Mei 2016

Vlogging...

Video blogging (vlogging) sebenarnya sudah sejak beberapa waktu yang lalu telah ada. Vlogging menjadi salah satu alternatif nge-blog selain lewat tulisan. Berbeda dengan blog konvensional, vlogging menceritakan pemikiran seorang vlogger melalui video. Beberapa waktu lalu, vlogging banyak didominasi oleh komika. Maklum, mereka sering "guyon" sendirian melalui stand up comedy, jadi tak perlu susah-susah mereka membuat video blog.

Kini, vlogging semakin berkembang dan menjadi trend. Mulai dari kalangan artis dan juga orang biasa berlomba-lomba membuat konten video dan diupload melalui situa jejaring sosial semacam Youtube misalnya. Vlogging menjadi trend setelah artis-artis ikut kegiatan ini. Belum lagi karena ponsel saat ini dilengkapi dengan kamera yang bisa merekam sebuah video.

Tidak salah, dan bahkan fenomena vlogging ini semakin memberi warna dalam dunia digital. Orang tak lagi menghabiskan kuota internet hanya untuk chatting semata. Bahkan seiring dengan semakin trend-nya fenomena vlogging ini, muncul beragam situs berbagi video lokal di Indonesia macam vidio.com ataupun tribe, dll.

Hal ini menjadi tantangan sekaligus sebuah ide menarik bagi para blogger konvensional. Blogger mengandalkan tulisan (dan terkadang disertai foto) untuk menjelaskan apa yang mereka pikirkan. Blogger mencoba bercerita melalui tulisan. Keunggulannya, bercerita melalui tulisan memerlukan bandwith yang lebih rendah dibanding video, sehingga terbilang hemat. Hanya saja, menjelaskan melalui tulisan tentu saja lebih sulit dibandingkan menggunakan video. Beberapa blogger mencoba untuk mengkolaborasikan dengan cara nge-blog melalui tulisan disertai video. Tapi saya sendiri tidak berniat membuat video. Selain tidak camera face saya pun grogi menjelaskan sesuatu melalui video.

Namun tentunya apapun itu, mau blogging ataupun vlogging sudah merupakan sebuah kemajuan di era digital. Sudah ada media yang tepat untuk menyuarakan apa yang kita pikirkan.