Minggu, 26 Februari 2017

"Pembunuh" Kehidupan Sosial

Ponsel, terutama smartphone merupakan benda terpenting saat ini. Bagi beberapa orang, ponsel pintar adalah benda yang tidak dapat terlewatkan dalam keseharian. Ponsel pintar telah memudahkan segala aspek kehidupan. Membantu pekerjaan, berkomunikasi dan juga sebagai media hiburan. Benda dalam genggaman ini telah mengubah manusia ke era digital. Semua aspek kehidupan menjadi serba terhubung dengan internet.

Wajar memang ponsel pintar begitu menguasai kehidupan. Dari sekedar membuka file pekerjaan, hingga memesan taksi online semuanya dilakukan dengan perantara internet. "Kolaborasi" internet dan ponsel pintar inilah yang telah mengubah gaya hidup masyarakat. Saking pentingnya, orang mungkin lebih memilih ketinggalan dompet dibanding ponselnya.

Ada satu lagi trend penggunaan ponsel pintar, yakni media sosial. Messenger dan beragam aplikasi media sosial selalu mewarnai kehidupan setiap harinya. Media sosial seolah menjadi hal yang wajib bagi para pengguna ponsel pintar.

Media sosial pada mulanya menjad alat untuk saling berinteraksi secara online. Media sosial adalah sarana bersosial di internet. Namun, seiring populernya medsos dan penggunaan ponsel, justru sekarang membunuh kehidupan sosial itu sendiri. Betapa sekarang orang lebih memilih berinteraksi dengan ponselnya ketimbang berbincang secara langsung dengan teman yang ada di depannya. Di stasiun, restoran, dan taman serta tempat umum lainnya, dapat kita lihat mereka lebih memilih memandangi layar ponsel pintar.

Hadirnya era digital serta beragam kemudahan yang ditawarkan layak kita syukuri. Namun disamping itu, juga menjadi bahan renungan kita semua, apakah ponsel pintar sekarang justru menjadi "mesin pembunuh" yang justru merugikan kehidupan sosial kita?