Kamis, 09 Oktober 2014

Menghapus File Video dan Musik Bawaan Pada Nokia Asha 501

Sudah hampir satu tahun sudah saya memiliki ponsel Nokia Asha 501. Ya meskipun bisa dikatakan ini smartphone yang nanggung, saya cukup terbantu memilikinya. Namun, setelah diupdate software dan beberapa aplikasi bawaan, saya merasa ponsel ini tidak seresponsif saat baru dulu. 

Nah, kemarin saya mencoba memperbarui WeChat dan Line di ponsel tersebut, namun selalu gagal karena memori internal tidak mencukupi. Sayapun diminta menghapus beberapa file seperti phonebook, alarm, note, dsb. Nah karena berisi data-data penting, saya pun berpikir dua kali untuk menghapusnya.

Sebenarnya, di memori internal tesebut, banyak 'dipakai' untuk file video mp4 berjudul 'Everyday Adventure' dan 3 file mp3 (lupa judulnya) yang memakan lebih banyak memori. Ketika saya berniat menghapusnya pun tidak bisa secara langsung, akhirnya saya melakukan 'trik' seperti ini :

1. Buka menu File
2. Pilih Memori Telepon (kapasitasnya 66.7 MB)
3. Tarik dari bawah layar ke atas, kemudian pilih Hapus Item
4. Klik semua folder yang ada, namun perlu diperhatikan, jika Anda menyimpan file penting di sebuah folder tersebut, maka jangan diklik. Misalnya Anda tidak ingin file MP3 atau Foto terhapus, maka jangan klik folder foto ataupun Musik, disesuaikan saja.
5. Klik Hapus, maka muncul peringatan :"Hapus item yang dipilih?" klik Ya
6. Akan muncul peringatan : "Tidak dapat menghapus folder ini:<>. Hapus kontennya?" Klik ya
7. Lakukan seterusnya, jika sukses, maka File video :"Everyday Adventure" dan file-file MP3 bawaan akan terhapus dan memori internal Anda akan bersisa cukup banyak (13MB).

Setelah saya menghapus file-file bawaan tersebut, saya merasa ponsel ini lebih responsif dan update aplikasi pun tak ada kendala. Selamat mencoba.

Sabtu, 06 September 2014

Kebebasan dan Etika Media Sosial

Permalink gambar yang terpasang
Setelah kasus Florence yang menuliskan kata kasar soal Yogyakarta, serta menyebarnya foto tidak seronok artis Hollywood dari iCloud mereka, hari ini dihebohkan dengan langkah Walikota Bandung, Ridwan Kamil melaporkan salah satu akun twitter bernama @kemalsept ke kepolisian. Laporannya, terkait penghinaan kepada sang Walikota dengan kata-kata kasar dan melecehkan.
 
Kasus yang berkaitan mengenai etika saat online sudah banyak terjadi, namun uniknya, belum dapat dijadikan pembelajaran dalam menggunakan media sosial secara bijak. Selalu saja, ada yang terjebak untuk kasus yang sama, seperti bullying,pornografi, dan penghinaan.
 
Dunia media sosial dan internet memang memberikan kebebasan pada siapa saja penggunanya. Orang bisa menulis apapun dalam pikirannya di media sosial. Namun, apapun yang namanya kebebasan, tentunya memiliki batasan-batasan dan norma-norma yang harus dipatuhi, demi kenyamanan semua orang. Internet bukanlah milik kita sendiri, ini merupakan "area publik" yang memungkinkan semua orang bebas dalam menggunakannya.
 
Hargai Orang Lain
Orang satu dengan yang lain memiliki perbedaan karakter. Ada orang yang biasa saja saat dihina, ada pula yang gampang panas. Melaporkan bullying, maupun penghinaan dan membawanya ke ranah hukum bukanlah sebuah kesalahan. Undang-undang memungkinkan hal tersebut. Yang terpenting saat ini adalah, menghindari diri sendiri agar tidak tersangkut kasus serupa. Lebih bijak sebelum ngetwit, maupun posting dan benar-benar berpikir terhadap dampak yang ditimbulkan. Perlu adanya sikap saling menghargai dengan pengguna media sosial yang lain. Jangan  terlalu bebas bermain-main. Bila itu Anda lakukan, bisa jadi Anda korban berikutnya yang akan dilaporkan ke polisi. Minimal akun Anda akan disuspend.
 
Berpikir Berulang Kali
Kasus hacker yang menyebarkan foto bugil artis-artis Hollywood yang sebelumnya disimpan di iCloud membuat publik bertanya-tanya. Layanan penyimpanan yang seharusnya menyimpan data-data privasi, ternyata bisa juga terbuka dan diumbar ke publik. Ada baiknya mulai berpikir dua kali untuk mengupload data-data pribadi seperti ini di internet, atau untuk amannya, tak perlu melakukan hal-hal konyol yang suatu saat mungkin bisa menjadi bumerang bagi kita.

Sumber Gambar : akun twitter @ridwankamil