Selasa, 02 Desember 2014

Era Banjir Informasi

Sumber Gambar : masaiya.biz
Kita saat ini hidup di zaman yang serba digital. Internet yang makin terjangkau serta dapat diakses dimanapun dan kapanpun, telah mengubah zaman dari yang tadinya banyak mengandalkan kertas dan cetakan menjadi serba digital. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah mengubah semua. Di awal tahun 2000an, bila ingin mengakses internet, hanya dapat kita lakukan melalui komputer, itupun masih barang mewah dan mahal. Warnet-warnet bermunculan di tahun-tahun tersebut, dengan kecepatan akses yang "seadanya". Jauh berbeda dengan sekarang, dimana kita bisa "online" kapanpun dan menggunakan perangkat apapun. Tak hanya komputer, menjelajah dunia maya sekarang bisa dilakukan menggunakan tablet, maupun smartphone yang saat ini sudah bisa terhubung dengan internet.

Perkembangan dunia digital saat ini memicu keterbukaan informasi yang lebih bebas. Media sosial menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Pengguna media sosial setiap saat, ketika mengakses akunnya akan dibanjiri informasi yang berlalu-lalang. Diantara informasi yang masuk tersebut tidak selalu valid dan benar. Ada akalanya informasi yang didapat palsu (hoax). Banjir informasi inilah yang membuat pengguna media sosial hendaknya lebih cerdas dan dewasa dalam menyaring setiap apa yang mereka dapatkan. Menyebarkan berita bohong, tentunya tidak baik, apalagi jika hoax tersebut bisa merugikan orang lain, tentunya hal ini harus dihindari. Media sosial bisa menjadi sarana yang membuat kita lebih tahu akan setiap informasi. Media sosial harusnya bisa menyenangkan, karea kita berinteraksi dengan banyak orang, bukan media yang membuat orang marah dan merasa kurang nyaman di dalamnya.

Sebelum era internet dimulai, kita dihadapkan pada media satu arah.  Koran, radio dan televisi memberikan berbagai informasi yang disajikan oleh para jurnalis pada pembaca, pendengar, maupun pemirsanya. Konsep ini sangat berbeda dengan media sosial yang dapat saling memberikan informasi satu dengan yang lain. Interaksi di media sosial sangat cair. Semua orang bebas menuliskan dan mengomentari apa yang mereka dapat. Saling interaksi inilah yang menjadikan media sosial menjadi lebih hidup dan bertahan hingga saat ini.

Akan tetapi kembali kepada adanya banjir informasi yang didapat, membuat pengguna internet haruslah semakin dewasa dan cerdas dalam "mengkonsumsinya". Tidak semua informasi yang disajikan tersebut berguna, dan menyenangkan. Pengguna internet diharuskan mampu memilah informasi yang begitu banyak. Saran saya, hendaknya kita jangan memposting sebuah informasi yang berisi kebohongan, pelecehan publik dan sebagainya. Informasi yang kita bagi di media sosial, bisa dengan mudah menyebar ke banyak orang. Ada baiknya berpikir satu dua kali sebelum melempar gagasan ataupun informasi ke media sosial. Dan sebaiknya, kita "membuang" ataupun menghindari informasi-informasi, pun hal-hal yang membuat kita tidak menyenangkan. Menjelajahi dan menggunakan internet dan media sosial harusnya menyenangkan.