Selasa, 25 November 2014

Teknologi dan Privasi

Di era multimedia dan teknologi saat ini, orang senantiasa menginginkan hal-hal yang praktis dan memudahkan kehidupannya. Misalnya saja, menggunakan komputer untuk mempermudah pekerjaannya, dan sebagainya. Seiring dengan hal tersebut, perkembangan teknologi yang semakin maju juga membuat manusia menginginkan sebuah kepraktisan, hingga akhirnya mereka menginginkan dapat melakukan banyak hal, salah satunya dengan menggunakan ponsel mereka (smartphone) yang tak hanya berfungsi untuk alat komunikasi saja, namun juga untuk saling berbagi di media sosial, dan bahkan melakukan jual-beli serta transaksi di perbankan menggunakan telepon genggamnya tersebut.

Informasi dan data diri merupakan hal yang selayaknya tidak dibiarkan terlalu terbuka dan diketahui oleh orang banyak. Bagaimanapun juga, data-data tersebut merupakan sebuah rahasia yang hanya layak dibagi ke beberapa kalangan saja. Informasi yang terlalu terbuka kadang dapat dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggungjawab untuk melakukan kejahatan. Misalnya saja, saat kita berteman dengan seseorang yang tidak dikenal di Facebook, dan kita mencantumkan alamat lengkap di media sosial tersebut, kemudian pada suatu ketika saat kita membuat status yang menyatakan sedang berlibur, maka hal tersebut menjadi momentum seorang pencuri yang mungkin saja sudah mengincar kita jauh hari sebelumnya dengan menggunakan data yang kita bagi secara sembarangan tersebut.

Sebenarnya, yang paling pertama kita harus waspadai sebelum menggunakan akun media sosial adalah kedewasaan kita dalam menyadari bahwa apapun yang kita bagi di akun tersebut, maka orang lain baik kita kenal maupun tidak akan dapat mudah dalam mengaksesnya. Data sensitif seperti tanggal lahir, nama ibu kandung, alamat serta nomor telepon lebih baik tidak perlu dibagikan ke siapapun, semua akun media sosial pasti menyertakan pilihan pada kita hendak membagikan itu semua ataupun tidak, yang jelas perlu dipikirkan dua kali sebelum membagi apapun yang nantinya merugikan kita. Perketat pula cara masuk ke akun media sosial dengan password yang unik serta konfirmasi masuk yang berlapis, misalnya dengan menggunakan SMS ke nomor ponsel pribadi, sehingga orang lain tidak dapat dengan mudah "menguasai" akun yang sebenarnya menjadi hak milik pribadi kita.

Penggunaan smartphone dalam kehidupan kita memang memudahkan, namun di satu sisi juga harus membuat kita lebih ekstra keras dalam segi pengamanan. PIN ATM, data perbankan dan mungkin data diri keluarga kita ada di dalam device tersebut. Suatu saat bila kehilangan ponsel, maka tanpa pengamanan yang kuat, orang lain dapat menyalahgunakan data yang kita simpan. Belum lagi juga maraknya kasus pencurian  identitas yang sering marak akhir-akhir ini, sebenarnya mengingatkan kita untuk senantiasa peduli pada keamanan. Lebih baik mencegah daripada menyesal saat hal-hal buruk tersebut terjadi.

Sebenarnya, perkembangan teknologi saat ini dibarengi dengan makin canggihnya sektor pengamanan. Membuka ponsel dengan password, maupun dengan sidik jari menjadikan smartphone kita alat yang hanya diperuntukkan bagi pemilik semata. Akan tetapi, beberapa orang malas dan abai terhadap keamanan mereka. Menggunakan password, PIN serta sidik jari memang merepotkan, namun percayalah, sungguh tidak mengenakkan bila privasi kita dapat dilihat dan disalahgunakan orang lain.