Pos

Lebih Jadi Diri Sendiri di Twitter

Belakangan saya membuka (kembali) akun Facebook yang sepertinya sudah lama saya tinggalkan. Beberapa teman, terlihat masih aktif di media sosial yang dipimpin oleh Mark Zuckenberg tersebut. Seorang teman pun menyapa saya, "Kenapa sekarang sudah jarang terlihat di Facebook?" Jujur, saya agak kesulitan menjawabnya. Belakangan memang saya lebih aktif di media sosial Twitter ketimbang Facebook. Padahal, sebenarnya saya lebih dulu memiliki akun Facebook daripada Twitter.

Seperti yang saya ungkapkan di atas, saya tidak memiliki alasan khusus kenapa lebih tertarik aktif di Twitter daripada Facebook. Padahal Facebook adalah media sosial, dan bahkan Twitter pun sedang kesulitan untuk bangkit. Saya tidak peduli dengan fenomena kabar HOAX dan ujaran kebencian yang kata orang banyak terjadi Facebook. Kalau mau diteliti, situasi negatif seperti itu tidak hanya ada di Facebook, namun juga Twitter, serta media sosial yang lain, jadi hal tersebut bukanlah menjadi patokan saya.

Setelah merenun…

Kecanduan Smartphone

Sudah lumayan banyak artikel pun tulisan mengenai dampak negatif penggunaan ponsel. Silakan Anda mencari di Google Search, dijamin puluhan artikel atau bahkan lebih menceritakan dampak negatif penggunaan benda yang satu ini. Dampak negatifnya tak hanya dilihat dari sisi kesehatan, namun juga kehidupan sosial dan produktivitas.Sebenarnya sebagai pengguna, kita tak perlu terlalu paranoid dengan hadirnya teknologi seperti ponsel pintar. Karena bagaimanapun, penggunaan ponsel saat ini adalah sebuah keniscayaan dan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan.Ponsel saat ini tak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi semata. Lebih dari itu, ponsel mengambil peran untuk membantu segala kebutuhan. Pekerjaan maupun hiburan bisa dilakukan dengan bantuan ponsel. Kemajuan teknologi ini telah menjadi bagian kehidupan peradaban manusia.Perkembangan teknologi, dengan hadirnya internet dan ponsel pintar saat ini tak dapat dipungkiri telah menjadi sebuah kebutuhan. Penggunaan ponsel pintar tak mungkin terh…

My Nokia 230

Selain ponsel Android yg menjadi gadget utama (daily driver) saya juga masih menggunakan feature phone. Alasan utamanya tentu saja karena baterai yang tahan lama. Android saya dengan segala konektivitas dan "kecerdasannya" tidak bisa jauh-jauh dari charger. Sementara saya juga masih memerlukan fitur telepon yang bahkan bisa sampai beberapa jam. Ketika mengandalkan Android untuk menelepon tentunya juga menguras baterai lebih cepat. Sedangkan aktivitas saya kadang hingga larut malam.Karena beberapa alasan diatas, saya akhirnya memutuskan juga untuk menggunakan ponsel fitur. Nokia 230 akhirnya saya pilih untuk menemani smartphone saya. Untuk ponsel ini, saya biasanya men-charge baterai 2-3 hari sekali. Jauh lebih awet dibanding ponsel pintar. Tak perlu diadu, masalah fitur tentu saja berbeda jauh. Namun setidaknya saya masih bisa dihubungi melalui telepon dan SMS kala ponsel pintar saya nonaktifkan.Nokia 230 juga setidaknya mengajarkan saya untuk tidak terus-menerus​ melihat la…

Back to 3G

Hari ini saya sempat kecewa dengan salah satu operator terkait tarif. Ada dua kekecewaan yang saya rasakan, pertama harga paket internet yang dinaikkan, dan yang kedua bonus kuota 4G pun malah dihapus. Benar-benar mengecewakan.Karena alasan tersebut, saya akhirnya memilih menggunakan ponsel 3G lama. Sebenarnya dengan kebutuhan ala saya, 3G ataupun 4G bukanlah sesuatu yang begitu signifikan perbedaannya. Bahkan nyaris tidak saya rasakan. Namun tentu saja itu karena penggunaan saya yang sebagian besar dihabiskan untuk chatting dan browsing.Sebagai seorang pengguna biasa, sebenarnya penggunaan jaringan 3G sudah memungkinkan. Apalagi jaringan 4G saat ini masih kurang merata dan hanya ada di kota-kota besar saja. Hal tersebut saya alami saat pulang kampung. Jangankan sinyal 4G, 3G saja pun tampaknya malu-malu memunculkan diri.Penggunaan setiap orang berbeda-beda. Ada juga pengguna yang perlu 4G untuk mendukung kegiatannya menonton streaming video ataupun bermain game berat. Apalagi perkemb…

"Pembunuh" Kehidupan Sosial

Ponsel, terutama smartphone merupakan benda terpenting saat ini. Bagi beberapa orang, ponsel pintar adalah benda yang tidak dapat terlewatkan dalam keseharian. Ponsel pintar telah memudahkan segala aspek kehidupan. Membantu pekerjaan, berkomunikasi dan juga sebagai media hiburan. Benda dalam genggaman ini telah mengubah manusia ke era digital. Semua aspek kehidupan menjadi serba terhubung dengan internet.Wajar memang ponsel pintar begitu menguasai kehidupan. Dari sekedar membuka file pekerjaan, hingga memesan taksi online semuanya dilakukan dengan perantara internet. "Kolaborasi" internet dan ponsel pintar inilah yang telah mengubah gaya hidup masyarakat. Saking pentingnya, orang mungkin lebih memilih ketinggalan dompet dibanding ponselnya.Ada satu lagi trend penggunaan ponsel pintar, yakni media sosial. Messenger dan beragam aplikasi media sosial selalu mewarnai kehidupan setiap harinya. Media sosial seolah menjadi hal yang wajib bagi para pengguna ponsel pintar. Media sosi…

My Lovely Phone

Saya kembali memutuskan menggunakan Blaupunkt Sonido X1+. Ponsel ini memang masih mengandalkan koneksi 3G, namun entah kenapa saya tampaknya ingin menggunakannya sebagai daily driver. Padahal LCD ponsel ini sudah bermasalah, ada garis hitam vertikal yang cukup mengganggu. Ponsel ini pun tergolong jadul, karena masih menggunakan Android KitKat sebagai OS-nya.Saya menggunakan daily driver untuk beragam kegiatan. Dari mulai bekerja dengan mengakses office, maupun hiburan seperti membuka sosial media dan aplikasi chatting. Dengan kebutuhan saya yang lumayan sederhana tersebut, memang cukup diakomodir ponsel dengan spesifikasi yang sederhana pun sudah memungkinkan.Daily driver setiap orang berbeda. Dengan penggunaan ala saya, Blaupunkt ini cukup sesuai. Apalagi kualitas layarnya yang begitu tajam membuat nyaman kala berlama-lama memandang dan menggunakannya untuk beraktivitas. Dan sebagai ponsel kategori lama, saya tetap puas menggunakannya, sejauh ini tidak ada masalah meskipun hanya meng…

Kecanduan Internet

Ada sebuah cerita. Saya membaca seorang mantan tentara yang sampai hari ini hanya menggunakan ponsel Nokia 3310 dalam kesehariannya. Membaca cerita tersebut, saya heran sekaligus salut terhadap orang tersebut. Heran karena di zaman serba internet seperti saat ini, rasa-rasanya aneh jika "daily driver" yang kita gunakan adalah ponsel yang tidak memiliki fitur konektivitas. Jangankan 4G dan Wifi, sekedar mengakses internet pun tidak bisa.Sang mantan tentara itu bukanlah orang yang gaptek (gagap teknologi). Dia mampu mengakses internet, yang tentu saja dilakukan melalui internet. Dia juga pernah diberikan ponsel pintar oleh sang anak. Namun, kesetiaan dia menggunakan ponsel jadul tetap sebuah hal yang patut kita cermati. Ada alasan dibaliknya. Alasan utamanya adalah dia tidak ingin setiap menit memandang ponsel.Fitur internet telah mengubah berbagai alat, termasuk ponsel. Kini ponsel pun berubah menjadi lebih pintar. Dengan koneksi internet serta segala fitur yang diusungnya me…